Kisah Ayah Asal Suriah yang Putranya Ditemukan Tewas di Pantai

Kompas.com - 04/09/2015, 13:54 WIB
Abdullah Kurdi kehilangan istrinya dan dua putra. BBCAbdullah Kurdi kehilangan istrinya dan dua putra.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Bapak seorang bocah berusia tiga tahun asal Suriah, yang ditemukan meninggal di sebuah pantai di Turki, menceritakan kisah seputar kematian putranya kepada BBC.

Abdullah Kurdi mengatakan, kapal yang ditumpangi keluarganya diterjang ombak tinggi setelah bertolak dari Turki menuju Pulau Kos, Yunani. Kapten kapal kemudian memutuskan untuk menceburkan diri ke laut dan berenang.

"Saya mencoba mengemudikan kapal, tetapi ombak tinggi mendorong kapal hingga terbalik. Itulah ketika kejadian berlangsung. Saya mencoba menangkap anak dan istri saya, tetapi tiada harapan. Satu per satu mereka meninggal," kata Abdullah.

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu (2/9/2015) dini hari. Namun, dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.

Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.

Salah satu anak adalah Aylan Kurdi, putra Abdullah. Foto Aylan yang meninggal dan tersapu ombak ke pantai di dekat Bodrum diterbitkan begitu beberapa jenazah ditemukan pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Foto Aylan menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional yang mendesak Uni Eropa melakoni tindakan darurat untuk menampung para migran.

Abdullah begitu emosional ketika mengetahui bahwa tidak hanya Aylan yang meninggal, tetapi juga putranya, Galip, yang berumur lima tahun, dan istrinya, Rihan.

"Saya ingin duduk di sebelah makam keluarga saya dan menyembuhkan luka yang saya rasakan," kata Abdullah.

Penyelundup manusia

Setelah insiden kematian Aylan beredar luas, polisi Turki menahan empat tersangka penyelundup manusia yang diduga menyelundupkan keluarga Kurdi dan puluhan orang lainnya.

Keempat tersangka merupakan warga negara Suriah, berusia antara 30 sampai 41 tahun, menurut kantor berita Turki, Dogan.

Aylan dan keluarganya diyakini bertolak dari kota Kobane di Suriah ke Turki, tahun lalu, untuk menghindari milisi kelompok ISIS.

Seorang petugas rumah sakit mengatakan, jenazah Aylan, kakak, dan ibunya akan diterbangkan ke Istanbul, dibawa ke Suruc di dekat perbatasan Suriah, lalu ke Kobane.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X