Kompas.com - 03/09/2015, 11:04 WIB
Seorang polisi Republik Ceko menggunakan sebuah spidol untuk menulis nomor pada seorang anak migran setelah menahan lebih dari 200 pengungsi, sebagian besar dari Suriah, di kereta api dari Hungaria dan Austria di stasiun kereta api di Breclav. APSeorang polisi Republik Ceko menggunakan sebuah spidol untuk menulis nomor pada seorang anak migran setelah menahan lebih dari 200 pengungsi, sebagian besar dari Suriah, di kereta api dari Hungaria dan Austria di stasiun kereta api di Breclav.
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com - Sejumlah aktivis hak asasi manusia dan pengacara mengecam polisi di Republik Ceko karena menulis nomor di lengan para migran setelah menahan mereka. Beberapa petugas polisi menggunakan pena untuk menandai 214 orang pengungsi, sebagian besar warga Suriah, yang ditahan di sebuah kereta, Rabu (2/9/2015), di perbatasan dari Austria dan Hungaria.

Tindakan tersebut telah menimbulkan kemarahan karena hal itu mengingatkan orang akan praktik Nazi Jerman ketika menomori para tahanan di kamp konsentrasi.

Kontroversi itu muncul saat ribuan migran yang putus asa menggelar protes di luar stasiun kereta api internasional utama Budapest, setelah pihak berwenang Hungaria menolak untuk membiarkan mereka naik kereta menuju Eropa Barat.

Alp Mehmet, wakil ketua MigrationWatch, mengatakan kepada MailOnline, "Ini salah dan konyol. Mereka memperlakukan para migran dengan cara yang bisa terlihat seperti mereka sedang memberi label pada para migran atau melakukan apa yang terjadi dengan  orang-orang Yahudi pada masa Nazi Jerman. Saya bisa mengerti mengapa orang akan jijik dengan tindakan seperti ini."

Andrew Stroehlein, Direktur Media Eropa Human Rights Watch, men-tweet sebuah foto yang menunjukkan seorang petugas sedang menandai seorang anak migran.

Zuzana Candigliota, pengacara Liga Hak Asasi Republik Ceko, mengatakan, "Tidak ada hukum yang membolehkan polisi menandai orang-orang dengan cara seperti ini."

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Republik Ceko, Lucie Novakova, mengatakan langkah itu dilakukan karena meningkatnya jumlah anak-anak di antara para pengungsi. "Tujuan kami adalah untuk mencegah anak-anak itu tersesat," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah itu digunakan untuk kelompok-kelompok besar pengungsi agar catatan anggota keluarganya tersimpan, kata Katerina Rendlova, juru bicara unit polisi Republik Ceko yang berurusan dengan orang asing. "Kami juga menulis kode kereta yang mereka gunakan saat tiba sehingga kami tahu ke negara mana kami harus mengembalikan mereka ke dalam sistem readmission."

Tidak seperti beberapa negara anggota Uni Eropa lainnya, pemerintah Republik Ceko mempertahankan bahwa para migran yang masuk ke negara itu tanpa terlebih dahulu membuat permintaan suaka harus dikembalikan ke negara dari mana mereka datang. Kebijakan itu sejalan dengan Ketetapan Dublin dari Uni Eropa.

Mayoritas warga Ceko menentang menampung pengungsi. Demikian menurut sebuah survei pada Agustus oleh lembaga polling lokal, Focus. Sebanyak 93 persen responden mengatakan, para pengungsi harus dikembalikan ke negara asal mereka.

Rendlova mengatakan, pengungsi "pernah diberi nomor pada selembar kertas tetapi mereka membuang kertas itu. Mereka telah sepakat untuk diberi tanda, mereka tidak punya masalah dengan itu, mereka tahu hal itu demi kepentingan mereka."

Namun sejumlah aktivis hak asai manusia dan pengacara menyebut masalah hukum dan etika. "Saya kira mereka setuju karena mereka percaya polisi punya hak untuk melakukan hal itu," kata Candigliota.

Pengacara Praha, Marek Dufek, menambahkan, "Saya tahu itu sulit karena para pengungsi tidak punya dokumen." Namun dia mempertanyakan apakah para pengungsi telah sepakat dengan cara diberi tanda. "Apakah mereka punya bentuk persetujuan yang ditandatangani dalam bahasa ibu mereka (para pengungsi)?"Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.