Kompas.com - 02/09/2015, 17:33 WIB
Polisi Thailand, Prawut Thavornsiri, memegang foto warga asing yang diduga pelaku pemboman. BBC Indonesia/ AFP GettyPolisi Thailand, Prawut Thavornsiri, memegang foto warga asing yang diduga pelaku pemboman.
EditorFarid Assifa
THAILAND, KOMPAS.com — Polisi di Thailand mengatakan, sidik jari seorang pria yang ditangkap terkait dengan pengeboman bulan lalu di sebuah kuil kawasan Bangkok cocok dengan sidik jari yang ditemukan pada bahan pembuat bom.

Seseorang yang diduga sebagai pelaku, yang merupakan warga asing, ditangkap di perbatasan Thailand-Kamboja pada Selasa (1/9/2015).

Polisi meyakini, dia adalah bagian penting dari jaringan di balik pengeboman yang menewaskan 20 orang tersebut.

Dia dilaporkan mirip orang yang terlihat pada rekaman kamera keamanan ketika meninggalkan sebuah ransel di Kuil Erawan.

Menurut beberapa laporan, paspor milik pria yang ditahan di perbatasan menunjukkan bahwa dia berasal dari provinsi Xinjiang, Tiongkok, yang merupakan tempat tinggal umat Islam Uighur.

Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan, pihak berwenang Thailand ataupun Tiongkok hingga saat ini menolak untuk memastikan paspor tersangka itu.

Jika benar, maka hal itu akan membuat umat Islam Uighur sebagai tersangka utama dalam serangan bom di Kuil Erawan. Hal ini akan menjadi isu sensitif bagi kedua negara setelah deportasi dilakukan terhadap lebih dari 100 warga Uighur dari Thailand ke Tiongkok pada bulan Juli.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X