Peringati Perang Dunia II, Perusahaan di China Bikin Es Krim Bentuk Kepala Penjahat Perang Jepang

Kompas.com - 01/09/2015, 18:10 WIB
Es krim berbentuk kepala Jenderal Heidiki Tojo dijual di outlet-outlet Iceason di China. Wall Stree JournalEs krim berbentuk kepala Jenderal Heidiki Tojo dijual di outlet-outlet Iceason di China.
EditorFarid Assifa
BEIJING, KOMPAS.com - Ketika Beijing sedang bersiap menjadi tuan rumah parade militer besar-besaran dalam merayakan berakhirnya perang Dunia Kedua, sebuah perusahaan di Shanghai memiliki cara lain dalam memperingati peristiwa tersebut.

Perusahaan tersebut membuat dan menjual es krim berbentuk kepala penjahat perang sekaligus pemimpin militer Jepang, Jenderal Hideki Tojo.

Jenderal Tojo adalah Perdana Menteri terkenal pada masa Perang Dunia Kedua. Dia dihukum mati dengan cara digantung pada tahun 1948. Dia salah satu penjahat perang yang diabadikan di Kuil Yasukuni Tokyo.

Es krim sebagai makanan penutup itu dijual di outlet-outlet Iceason, brand yang dimiliki sebuah perusahaan susu makanan milik negara di Shanghai, Bright Food.

Di setiap outlet itu terpampang sebuah poster promosi yang mengajak konsumen agar "Jangan pernah melupakan gigi nasional". Kalimat tersebut merupakan plesetan dari "Jangan pernah melupakan penghinaan nasional", sebuah slogan nasional populer yang menekankan pelanggaran kekuasaan asing di China selama abad 19 dan 20.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X