Kompas.com - 27/08/2015, 09:30 WIB
EditorEgidius Patnistik
NAIROBI, KOMPAS.com - Sekitar 300 cendekiawan dan imam muslim dari negara-negara Afrika timur mengatakan akan bergabung dengan pemerintah mereka masing-masing untuk memerangi terorisme.

Para cendekiawan tersebut, dari aliran Sufi Islam dari Kenya, Tanzania, Somalia, Ethiopia, Uganda dan Republik Demokratis Congo, berjanji untuk memerangi ajaran ekstrim dan kegiatan teror setelah bertemu selama dua hari di sebuah konferensi di kawasan pesisir Kenya, Kwale.

Cendekiawan Somalia yang berbasis di AS Mohamud Elmi mengatakan harus ada penangkal terhadap pandangan-pandangan ekstrim di sekolah.

“Ada masalah-masalah yang membuat orang-orang tersesat. Contohnya, kalau mereka tidak mendapatkan pekerjaan, keadilan sosial, mereka harus sekolah dan mendapatkan pendidikan yang baik, silabus harus diperbaiki dan dihapuskan dari doktrin yang meyakini ekstrimisme," kata Elmi.

“Kita harus menempatkan silabus agama yang mendukung orang-orang dengan berbagai keyakinan dan nilai," tambahnya.

Elmi menyerukan kepada kaum muslim di kawasan tersebut untuk bekerja sama dengan pemerintah mereka untuk menghancurkan terorisme, yang telah menelan nyawa ribuan orang di Somalia dan tetangga sekitarnya.

Rencana digagalkan

Konferensi dua hari tersebut berlangsung sehari setelah petugas keamanan Kenya menemukan senjata dan menahan puluhan tersangka teroris yang diyakini sedang merencanakan sebuah serangan di kota Garissa.

Pada bulan April, lima pria bersenjata menyerang Garissa University College, menewaskan lebih dari 140 orang, sebagian besar siswa.

Sheikh Omar Mohamed dari Tanzania mengatakan aksi kekerasan serupa menciptakan keretakan dan perpecahan di antara warga.

Mohamed mengatakan umat muslim bisa menjalankan kewajiban agama mereka dengan tenang dan pemerintah memberikan kebebasan pada umat muslim untuk beribadah. Ia mengatakan umat muslim tidak boleh membiarkan kekerasan kelompok dan kekacauan terjadi di negara-negara mereka.

Aliran sufi yang berbasis di Somalia yang dikenal dengan Ahlu-Sunna Wal Jamaa terdiri dari sufi yang moderat tidak seperti kelompok-kelompok militan seperti Al-Shabab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.