Kompas.com - 24/08/2015, 21:59 WIB
EditorErvan Hardoko

GAZA CITY, KOMPAS.com — Sebanyak 200.000 siswa sekolah di Jalur Gaza batal memulai semester baru setelah para guru dan staf sekolah melakukan pemogokan, Senin (24/8/2015).

Beberapa ribu guru, asisten guru, dan staf administrasi sekolah di wilayah Palestina itu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor badan PBB urusan pengungsi Palestina, UNRWA.

Serikat pekerja staf UNRWA di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang menderita akibat tiga perang dalam enam tahun, blokade Israel, serta krisis ekonomi, melakukan protes karena sejumlah staf terancam kehilangan pekerjaan karena minimnya anggaran.

Menurut catatan PBB, dari 1,8 penduduk Jalur Gaza, sekitar 1,26 juta orang berstatus pengungsi. UNRWA menangani berbagai hajat para pengungsi, termasuk pendidikan untuk 225.000 anak-anak usia sekolah.

Namun, setelah puluhan sekolah hancur akibat perang antara Hamas dan Israel, kondisi anak-anak sekolah di wilayah itu semakin sulit.

Masalah bertambah pelik ketika UNRWA, yang mendapatkan anggaran dari iuran anggota PBB, selama beberapa tahun ini terus mengalami penurunan dana.

UNRWA telah memunculkan wacana untuk menunda awal tahun ajaran baru dan merumahkan sementara sejumlah stafnya selama setahun karena kurangnya kontribusi dari donor internasional.

Bantuan finansial terbaru membuat UNRWA membatalkan rencana penundaan tahun ajaran baru. Namun, para staf organisasi tersebut menuntut UNRWA juga membatalkan rencana untuk merumahkan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.