Kompas.com - 21/08/2015, 06:44 WIB
Akun CSI LA menuding situs fashion Indonesia Amaranthine Fashion menjual kaus yang dikenakan orang yang diduga sebagai pelaku bom di Bangkok. via Mashable.comAkun CSI LA menuding situs fashion Indonesia Amaranthine Fashion menjual kaus yang dikenakan orang yang diduga sebagai pelaku bom di Bangkok.
EditorBayu Galih

KOMPAS.com — Kepolisian Thailand masih memburu pelaku utama peledakan bom di dekat Kuil Erawan, Bangkok, yang terjadi pada Senin (17/8/2015) silam. Dalam rekaman CCTV, pria yang diburu aparat keamanan Thailand diketahui menggunakan kaus kuning.

Rupanya, kaus kuning yang dikenakan pria misterius itu juga menjadi perhatian banyak orang. Beragam spekulasi tidak hanya terlontar untuk mengidentifikasi pelaku, tetapi juga kaus kuning yang dikenakannya.

Akibatnya, situs e-commerce asal Indonesia yang khusus menjajakan pakaian pun menjadi korban yang dirugikan dari aksi spekulasi yang beredar di dunia maya. Seperti dikutip dari laman Mashable, Jumat (21/8/2015), sebuah pengguna akun Facebook bernama "CSI LA" menuding kaus itu dijual oleh situs e-commerce khusus fashion asal Indonesia, Amaranthine Fashion.

Tidak hanya itu, CSI LA bahkan menulis alamat toko yang berada di Jakarta. Nomor kontak, alamat e-mail, serta situs Amaranthine Fashion pun ikut dicantumkan.

Tudingan ini segera dibantah oleh Kika Syafii sebagai pengelola situs Amaranthine Fashion. Dalam keterangan tertulis di situsnya, Kika mengatakan bahwa Amaranthine Fashion tidak menjual t-shirt untuk laki-laki.

"Bahkan secara umum Amaranthine Fashion tidak menyediakan produk untuk laki-laki dari semua produk yang kami miliki. Bila ada kesamaan atau kebetulan sama, itu bukanlah tanggung jawab dari Amaranthine," tulis Kika seperti dikutip dari situs Kikasyafii.com, Jumat (21/8/2015).

Amaranthine juga disebut Kika tidak memproduksi sendiri jenis kaus seperti yang dimaksud dalam gambar. Kaus itu diimpor dari Tiongkok. "Dengan melakukan sedikit googling, maka bisa dengan mudah menemukan produk sejenis di mana-mana, bahkan di Thailand," tulisnya.

Selain itu, pelaku, menurut dugaan Kika, "mendekati orang Eropa dibanding orang Asia, apalagi orang Indonesia". Dengan demikian, Amaranthine membantah memiliki keterkaitan dengan orang yang selama ini diburu dan diduga sebagai pelaku utama Bom Bangkok.

"Kami menjual produk dengan menggunakan toko online sebagai display catalog sehingga bisa dijangkau dari mana pun, dan siapa pun bisa melakukan pembelian melalui toko online kami," tulis Kika.



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X