Kompas.com - 20/08/2015, 14:11 WIB
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan bom yang berdekatan dengan Kuil Erawan, di pusat kota Bangkok, Thailand, Selasa 18 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan puluhan orang. AFP PHOTO / CHRISTOPHE ARCHAMBAULTPolisi melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan bom yang berdekatan dengan Kuil Erawan, di pusat kota Bangkok, Thailand, Selasa 18 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan puluhan orang.
EditorEgidius Patnistik
BANGKOK, KOMPAS.com — Ledakan bom mematikan di Bangkok telah direncanakan selama sebulan dan dilakukan oleh lebih dari 10 orang. Kepala Polisi Nasional Thailand Somyot Poompanmoung mengatakan hal itu, Kamis (20/8/2015), saat semakin banyak rincian muncul tentang jaringan yang dicurigai berada di balik serangan yang menewaskan 20 orang tersebut.

"Ledakan itu dilakukan oleh tim," kata Somyot kepada para wartawan. Dia menambahkan, serangan pada Senin malam di kuil yang ramai dikunjungi di pusat kota Bangkok itu telah direncanakan sekitar satu bulan.

Saat menyatakan keyakinannya bahwa "lebih dari 10 orang" yang terlibat, Somyot mengatakan bahwa pengebom butuh beberapa orang untuk melakukan survei lokasi, merencanakan strategi masuk dan keluar, serta untuk memperoleh dan membuat bom. "Saya percaya, jaringan ini punya kaitan dengan orang-orang di dalam Thailand," tambahnya.

Seorang asing yang tidak disebutkan namanya telah diduga sebagai tersangka utama setelah polisi merilis rekaman kamera keamanan tentang seorang pria muda, berkacamata, dan menggunakan t-shirt warna kuning meninggalkan sebuah ransel di kuil itu sesaat sebelum ledakan.

Pihak berwenang sedang mencari dua orang lain yang terlihat di CCTV dalam posisi berdiri di depan tersangka utama ketika dia menaruh ransel di lokasi bom. Mereka meninggalkan tempat kejadian sebelum tersangka pengebom berjalan pergi dari kuil itu.

Spekulasi berkembang tentang motif serta identitas pelaku peledakan dan antek-anteknya.

Polisi Thailand, Kamis, mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki daerah potensial di sekitar ibu kota tersebut. "Mulai hari ini (Kamis), kami akan memeriksa dan menyelidiki daerah di dalam dan luar Bangkok," kata juru bicara polisi, Prawut Thavornsiri, sebelumnya, kepada wartawan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X