Kompas.com - 19/08/2015, 22:09 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Seorang pendukung keluarga Shinawatra atau lebih dikenal dengan kelompok Kaus Merah, Rabu (19/8/2015), mengaku tak terlibat dalam serangan bom di Kuil Erawan, Bangkok, yang menewaskan puluhan orang itu.

Pongpob Boonsaree (36) lewat akun Facebook-nya memperingatkan warga Bangkok terkait sebuah serangan di kota tersebut beberapa hari sebelum serangan bom di Kuil Erawan, Senin (17/8/2015).

Pongpob sempat diperiksa oleh kepolisian terkait pesan yang dia unggah lewat akun media sosialnya itu pada 13 Agustus lalu sekitar pukul 21.54 waktu setempat.

"Penting, penting, penting, pada 14-18 hati-hatilah di Bangkok. Hanya ini yang bisa saya katakan. Kabar ini 86 persen (benar). Hanya ini yang saya bisa katakan," demikian isi pesan Pongpob lewat akun Facebook-nya.

Ternyata, pada Senin lalu, bom meledak di persimpangan padat Rachaprasong, Bangkok, tak jauh dari Kuil Erawan, yang menewaskan 20 orang dan melukai 125 orang lainnya.

Sekitar satu jam setelah ledakan bom yang mengejutkan Thailand itu, Pongpob mengunggah lagi sebuah pesan lewat akun Facebook-nya.

"Sudah saya katakan untuk berhati-hati. Bagaimana? Percaya saya sekarang? Sudah terjadi. Cepat periksa apakah ada orang-orang kita yang terluka," kata Pongpob.

Kepada polisi, pria itu mengaku dia hanya menyalin sebuah peringatan dari laman Facebook milik sebuah organisasi politik dan mengunggahnya ke media sosial untuk memperingatkan warga.

Pongpob mengaku dia sama sekali tak tahu bahwa sebuah aksi kekerasan kemudian menjadi kenyataan. Dia dengan tegas membantah terlibat dalam serangan maut itu dan menambahkan dia berada di kantor saat ledakan terjadi.

Pongpob menolak memberi tahu nama organisasi politik yang pesannya dia salin dan sebarkan itu. Namun, dia siap untuk bekerja sama dengan polisi yang menyelidiki kasus ini.

Dia hanya mengatakan organisasi itu memiliki sekitar 70.000 anggota dan sebelumnya pernah mengunggah prediksi terkait masalah politik dan hal-hal umum lainnya. Menurut Pongpob, prediksi kelompok ini sebagian besar menjadi kenyataan.

Sementara itu, kepolisian Thailand tidak menjerat Pongpob dengan dakwaan apa pun. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk mencari sumber dari pesan yang disebarkan Pongpob.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.