Kompas.com - 19/08/2015, 19:05 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan Thailand, Rabu (19/8/2015), menerbitkan sebuah surat perintah penahanan untuk tersangka utama peledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok.

Dalam surat perintah penahanan itu, pengadilan hanya menggambarkan tersangka sebagai pria asing tak dikenal. Surat perintah ini diterbitkan tak lama setelah polisi merilis sketsa wajah tersangka.

Surat perintah penahanan yang dirilis Pengadilan Kriminal Bangkok Selatan itu merupakan sebuah langkah besar pertama dalam mengidentifikasi tersangka setelah wajahnya terekam kamera CCTV di lokasi serangan.

Sementara itu, kepolisian Thailand mengatakan, tersangka tidak bekerja sendiri dan ada beberapa orang lain yang membantunya melakukan serangan maut itu. "Kemungkinan terdapat dua atau tiga orang lain yang terlibat dalam serangan itu," kata juru bicara kepolisian Thailand, Prawit Tavornsiri.

Sebelumnya, kepolisian Thailand merilis sketsa wajah seorang pemuda berkacamata yang diduga kuat sebagai pelaku peledakan bom di dekat Kuil Erawan, Bangkok, yang menewaskan 20 orang itu.

Selain merilis sketsa wajah tersangka pelaku, polisi juga menyatakan bahwa tersangka tidak bekerja sendirian. Namun, sejauh ini, polisi belum mengetahui apakah terangka adalah warga Thailand atau orang asing.

"(Pelaku peledakan) adalah sebuah jaringan. Kami yakin ada orang lain yang membantunya," kata Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Somyot Poompanmoung.

Sementara itu, juru bicara kepolisian Thailand Prawit Thavornsiri mengatakan, wajah tersangka sempat terekam oleh kamera CCTV beberapa menit sebelum ledakan terjadi.

Rekaman CCTV yang dirilis untuk publik pada Selasa kemarin memperlihatkan tersangka mengenakan kaus kuning dan celana pendek gelap. Tersangka berjalan menuju Kuil Erawan sambil membawa tas ransel.

Tas itu kemudian diletakkan di bawah sebuah kursi dan ditinggalkan di sana. Tak lama setelah tersangka meninggalkan tas ransel itu, ledakan dahsyat terjadi.

Polisi mengatakan, tersangka meninggalkan tempat itu dengan menggunakan ojek. Bom meledak beberapa saat setelah ojek yang ditunggangi tersangka meninggalkan kawasan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.