Kompas.com - 18/08/2015, 15:43 WIB
Tim penyidik memeriksa lokasi ledakan bom di dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, pusat Kota Bangkok, Thailand, Senin (17/8/2015) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. AP PHOTO / MARK BARKERTim penyidik memeriksa lokasi ledakan bom di dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, pusat Kota Bangkok, Thailand, Senin (17/8/2015) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Pemimpin junta militer Thailand, Selasa (18/8/2015), mengatakan, aparat keamanan negeri itu sudah mengidentifikasi tersangka pengeboman di sebuah kuil yang banyak dikunjungi turis di Bangkok.

Jenderal Prayut Chan-O-Cha menyebut pengeboman itu sebagai serangan terburuk yang pernah dialami Thailand, saat mengabarkan bahwa tersangka pelaku teridentifikasi.

"Hari ini sudah ada tersangka (pengeboman). Kami mencari seorang pria," ujar Prayut sambil mengatakan, tersangka terekam sebuah kamera CCTV di lokasi ledakan.

Prayut menambahkan, tersangka kemungkinan besar adalah anggota kelompok anti-pemerintah yang berbasis di timur laut Thailand. Kawasan itu merupakan basis kekuatan pendukung Yingluck Shinawatra, dan sangat menentang pemerintahan militer.

Pernyataan Prayut ini memicu dugaan bahwa penyelidikan aksi peledakan bom itu kini mengarah ke kelompok yang setia kepada Thaksin dan Yingluck Shinawatra, dan bukan terhadap kelompok militan Islam yang berada di wilayah selatan negeri itu.

Kelompok pro-Shinawatra yang lebih sering disebut kelompok Kaus Merah itu merupakan jejaring warga desa dan miskin yang loyal kepada Thaksin dan Yingluck Shinawatra. Keduanya pernah menjadi perdana menteri Thailand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa waktu belakangan, Thailand terkungkung kekerasan politik, terutama sejak militer menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra pada Mei lalu.

Serangan bom itu terjadi pada Senin dini hari di salah satu lokasi wisata paling populer di ibu kota Thailand itu. Sebanyak 21 orang tewas, termasuk warga China, Singapura, Hongkong, dan Malaysia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.