Kompas.com - 18/08/2015, 11:46 WIB
EditorEgidius Patnistik

BANGKOK, KOMPAS.com — Pemimpin junta Thailand, Selasa (18/8/2015), mengatakan, pihak berwenang sedang memburu seorang pria yang diduga menjadi tersangka pelaku peledakan bom yang menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya di Bangkok, kemarin. Orang itu terlihat dalam rekaman CCTV di dekat lokasi ledakan.

"Hari ini ada seorang tersangka yang terlihat dalam CCTV, tetapi tidak jelas .... Kami sedang mencari orang ini," kata Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha. Dia menambahkan bahwa dirinya yakin tersangka berasal dari "kelompok anti-pemerintah yang berbasis di Thailand timur laut". Daerah timur laut itu merupakan basis kelompok Kaus Merah yang anti-pemerintah.

Sejak tahun 2006, Bangkok telah mengalami serangkaian kekerasan bernuansa politik yang mematikan. Sejak itu, kudeta sudah terjadi dua kali. Namun, pertumpahan darah jarang melibatkan warga asing sebagai korban, hingga akhirnya bom meledak pada Senin kemarin.

Kudeta terakhir pada tahun 2014 menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra yang naik ke tampuk kekuasaan melalui proses pemilihan umum. Yingluck digulingkan setelah demonstrasi jalanan berlangsung berbulan-bulan.

Thailand juga tengah memerangi pemberontakan di sejumlah provinsi berpenduduk mayoritas Muslim di selatan yang berbatasan dengan Malaysia. Pemberontakan yang telah berlangsung lama itu menyebabkan lebih dari 6.400 orang tewas, sebagian besar warga sipil.

Komentar Prayut menyebabkan penyelidikan bergeser ke kelompok anti-pemerintah yang setia kepada keluarga Shinawatra yang digulingkan itu, ketimbang terhadap kelompok militan di selatan.

Kelompok Kaus Merah merupakan sebuah jaringan akar rumput dari daerah pedesaan dan kaum miskin kota, terutama dari timur laut negara itu, yang mendukung Yingluck dan kakaknya, Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang sudah lebih dulu terguling.

Pihak berwenang telah menyalahkan mereka atas serangkaian ledakan kecil di Bangkok pada awal tahun ini. Namun, pemimpin kelompok itu membantah keras tuduhan tersebut. Kelompok itu awalnya dituduh pihak berwenang sebagai pelaku sebuah ledakan bom mobil di pulau resor Koh Samui pada awal tahun ini. Namun, polisi kemudian terpaksa menarik tuduhan itu, dan kemudian menyalahkan pemberontak di selatan terkait serangan tersebut.

Walau kaum garis keras dalam Kaus Merah diketahui telah melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan atau gedung-gedung pemerintah, mereka belum pernah melakukan pengeboman dengan korban massal. Gerilyawan di Thailand selatan juga tidak pernah menyasar orang asing, dan biasanya melakukan serangan di tiga provinsi mayoritas Muslim di selatan saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.