Kerajaan Inggris Minta Media Tak Pakai Foto Pangeran George Jepretan Paparazzi

Kompas.com - 15/08/2015, 20:28 WIB
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.com - Para pejabat keluarga kerajaan Inggris mengimbau media untuk tidak menggunakan foto-foto tidak resmi Pangeran George dan Putri Charlotte, dengan alasan paparazzi menggunakan taktik-taktik yang berbahaya untuk mendapatkan gambar-gambar tersebut.

Istana Kensington, kediaman resmi Pangeran William dan isterinya Kate, mengirim surat kepada organisasi-organisasi media, menjabarkan pelanggaran privasi terhadap keluarga Pangeran William baru-baru ini. Disebut dalam surat, para juru foto bersembunyi di bagasi-bagasi kendaraan, menyamarkan diri di bukit-bukit pasir, memantau pergerakan Pangeran George dan pengasuhnya di taman-taman di London dan bahkan menggunakan anak-anak lain untuk membuat Pangeran George mendekat sehingga dapat diambil fotonya.

Pejabat istana mengatakan dengan serangan-serangan tersebut, para paparazzi telah melanggar batas.

"Kekhawatirannya adalah tidak selalu mungkin untuk dengan segera membedakan antara seseorang yang mengambil foto dan seseorang yang berniat melakukan kejahatan," ujar istana.

Pasangan William-Kate telah berusaha keras melindungi privasi anak-anak mereka, dengan merilis hanya sejumlah foto anak-anak mereka pada momen-momen khusus. Kebijakan itu, sayangnya, menjadikan hasil jepretan paparazzi semakin berharga, memberikan mereka insentif lebih besar untuk mengamati dan mengambil foto Pangeran George khususnya, yang menjadi target utama untuk saat ini.

"Semua orangtua juga akan khawatir bila tahu anak-anak mereka diikuti dan beberapa hari kemudian melihat foto-foto mereka," menurut surat tersebut.

Istana Kensington mengatakan akan mengambil langkah-langkah hukum, sembari mendorong perdebatan mengenai isu perlindungan anak.

"Duke dan Duchess of Cambridge bertekad mengarahkan isu ini khusus mengenai sekelompok kecil paparazzi dan bukan karya positif kebanyakan surat kabar, majalah, siaran televisi dan radio, dan penerbit web di seluruh dunia," demikian ditambahkan dalam surat dari Istana Kensington.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.