Ledakan di Kota Pelabuhan China Tewaskan 17 Orang

Kompas.com - 13/08/2015, 09:34 WIB
Ledakan di kota Tianjin, China, pada Rabu (12/8/2015), malam menewaskan sedikitnya 17 orang. Ledakan tersebut terjadi disebuah gundang. ReutersLedakan di kota Tianjin, China, pada Rabu (12/8/2015), malam menewaskan sedikitnya 17 orang. Ledakan tersebut terjadi disebuah gundang.
EditorEgidius Patnistik
TIANJIN, KOMPAS.com — Serangkaian ledakan dahsyat yang kemudian berkembang menjadi kebakaran di sebuah gudang di kota Pelabuhan Tianjin di China utara pada Rabu (12/5/2015) malam menewaskan 17 orang dan melukai ratusan orang lainnya.

Sejumlah media Pemerintah China melaporkan hal itu pada Kamis (13/8/2015). Kantor berita resmi China, Xinhua, mengatakan, Presiden Xi Jinping langsung memerintahkan "upaya habis-habisan untuk menyelamatkan para korban dan memadamkan api". 

Para saksi mata mengatakan adanya bola api raksasa yang membubung ke langit malam setelah ledakan itu. Gumpalan asap pun masih mengepul di atas bangunan gudang itu beberapa jam setelah ledakan, yang terjadi pada sekitar pukul 23.30 waktu setempat atau pukul 21.30 WIB.

"Bola api itu besar sekali, mungkin setinggi 100 meter," kata Huang Shiting (27 tahun) yang rumahnya terletak dekat dengan daerah pelabuhan kota di mana ledakan itu terjadi. "Saya mendengar ledakan pertama dan semua orang lari ke luar, kemudian ada serangkaian ledakan lagi. Jendela hancur dan banyak orang yang berada di dalam rumah terluka dan berlari keluar. Mereka mengalami pendarahan," katanya kepada kantor berita AFP.


Jaringan televisi CCTV mengatakan, 17 orang tewas dan lebih dari 400 orang dilarikan ke rumah sakit. Kantor berita Xinhua mengonfirmasi jumlah korban tewas itu dan mengatakan bahwa 32 orang dalam kondisi kritis.

Rumah-rumah sakit dilaporkan kewalahan menampung para korban.

Foto-foto yang diperoleh AFP menunjukkan warga, beberapa dengan pakaian yang sudah compang-camping, berjalan untuk berteduh di jalan yang berserakan puing.

Koran Partai Komunis, Harian Rakyat, mengatakan dalam sebuah posting-an di jejaring sosial Weibo bahwa masih banyak orang yang terperangkap oleh kebakaran besar yang disebabkan oleh bahan peledak. CCTV juga awalnya melaporkan bahwa ledakan bersumber pada pengiriman bahan peledak.

Namun, laporan itu diragukan. Menurut laporan BBC, semua petunjuk mengarah pada kesimpulan bahwa ledakan itu merupakan kecelakaan industri.

Pusat jaringan gempa China menyebutkan, tingkat ledakan pertama setara dengan ledakan tiga ton bahan peledak TNT, sementara ledakan kedua setara dengan ledakan 21 ton TNT.

Tianjin merupakan pelabuhan penting dan daerah industri arah tenggara ibu kota Beijing, yang merupakan tempat tinggal 7,5 juta orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X