Hendak Ditangkap, Dua Jaksa Anti-Erdogan Kabur ke Georgia

Kompas.com - 11/08/2015, 18:17 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Yiannis Kourtoglou / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
EditorErvan Hardoko

ISTANBUL, KOMPAS.com - Dua orang jaksa yang terlibat dalam penyelidikan suap terhadap orang-orang dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kabur ke Georgia, beberapa jam setelah surat penahanan mereka diterbitkan. Demikian dikabarkan media pemerintah, Selasa (11/8/2015).

Kantor kejaksaan Istanbul, Senin (10/8/2015), memerintahkan penangkapan Zekeriya Oz, Celal Kara dan Mehmet Yuzgec dengan tuduhan membentuk organisasi kejahatan dan mencoba menggulingkan pemerintah dengan kekerasan.

Namun, polisi kemudian menemukan Zekeriya Oz dan Celal Kara telah kabur ke Georgia karena diduga sudah mendapatkan informasi soal surat penahanan itu. Demikian dikabarkan kantor berita Anatolia.

Sementara harian Hurriyet mengabarkan pemerintah Turki sudah menghubungi pemerintah Georgia untuk membicarakan ekstradisi keduanya. Sedangkan polisi masih mencari keberadaan Mehmet Yuzgec.

Sebelumnya, ketiga jaksa itu sudah dinonaktifkan sejak Mei lalu karena dianggap menyalahgunakan wewenang dengan memimpin penyelidikan dugaan suap pada Desember 2013 yang sempat mengguncang pemerintahan Erdogan yang saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri.

Saat itu, penyelidikan kasus suap tersebut sempat menyeret sejumlah pejabat tinggi Turki, termasuk empat orang menteri dalam kabinet Erdogan. Akhirnya, kasus tersebut ditutup karena dianggap "kurang barang bukti".

Erdogan mengklaim investigasi kasus dugaan suap dan korupsi itu adalah sebuah upaya "kudeta yudisial" yang didalangi Fethullah Gulen seorang ulama yang kini berdomisili di AS.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X