Kompas.com - 08/08/2015, 16:00 WIB
Donald Trump mendeklarasikan pencapresannya di Trump Tower, New York, 16 Juni 2015 ReutersDonald Trump mendeklarasikan pencapresannya di Trump Tower, New York, 16 Juni 2015
EditorEgidius Patnistik
CLEVELAND, KOMPAS.com — Sebagaimana sudah diduga, Donald Trump menjadi pusat perhatian di panggung debat Partai Republik, Kamis (6/8/2015) malam atau Jumat (7/8/2015) pagi WIB. Trump bahkan satu-satunya dari para kandidat Partai Republik yang menolak setia kepada partai itu dan siap mencalonkan diri secara independen.

Debat pertama para kandidat dari Partai Republik yang digelar Fox News di Cleveland, Ohio, itu berkembang menjadi arena untuk menyerang Trump. Sebaliknya, Trump yang berdiri tepat di tengah juga melakukan serangan dan melancarkan kritik ke berbagai arah.

Serangan dimulai sesaat setelah ia menyatakan tidak berjanji untuk mendukung calon Partai Republik dalam pemilihan November tahun depan. Trump menggebrak perdebatan dengan mengangkat tangannya ketika moderator menanyakan hal itu.

"Saya tidak akan membuat janji pada saat ini," kata Trump. Sikap itu mengundang serangan dari Senator Rand Paul yang mengatakan, Trump bersikap seperti itu karena mendukung Hillary Clinton, kandidat dari Partai Demokrat.

"Maksud saya, ini yang salah. Dia membeli dan menjual politisi dari semua warna. Dia telah memagari dirinya kepada Clinton, bukan?" sergah Paul, senator asal Kentucky itu. Trump dianggap memiliki relasi cukup dekat dengan mantan Presiden AS Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, pada masa lalu.

Acara debat itu banyak digunakan untuk menyerang Trump. "Saya ditantang oleh banyak orang," katanya merespons Senator Paul.

Republik kini memiliki 17 kandidat presiden. Sebanyak 10 kandidat dengan popularitas teratas, termasuk Trump, tampil dalam acara debat pada jam tayang utama, yakni pukul 21.00 waktu setempat. Tujuh orang lainnya tampil bukan pada jam tayang utama, yakni pukul 17.00.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump tidak hanya berhadapan dengan sesama kandidat, tetapi juga melayani perdebatan dengan moderator. Hal ini tampak saat moderator Megyn Kelly melontarkan pertanyaan tentang komentar-komentarnya terhadap perempuan.

"Jujur Megyn, jika Anda tidak suka, saya minta maaf. Saya sudah bersikap sangat bagus kepada Anda meskipun saya mungkin berada dalam posisi Anda memperlakukan saya, saya tidak akan melakukan itu," kata Trump yang mengundang tepuk tangan, juga ejekan.

Trump menolak menjawab pertanyaan Kelly atas komentarnya pada masa lalu yang menyebut perempuan seperti babi gemuk, anjing, sembrono, atau binatang menjijikkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X