Pemerintah Filipina Tolak Pasangan Lesbian yang Daftarkan Pernikahan

Kompas.com - 03/08/2015, 18:43 WIB
Maria Arlyn Ibanez (33) yang didampingi seorang kawannya membentangkan spanduk dan bendera warna pelangi setelah permohonanannya mendaftarkan pernikahannya dengan sang pasangan ditolak pemerintah Filipina. JAY DIRECTO/AFPMaria Arlyn Ibanez (33) yang didampingi seorang kawannya membentangkan spanduk dan bendera warna pelangi setelah permohonanannya mendaftarkan pernikahannya dengan sang pasangan ditolak pemerintah Filipina.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com — Pasangan lesbian Filipina, Senin (3/8/2015), mendaftarkan diri untuk mendapatkan surat nikah dalam kasus pertama di negeri Katolik tersebut. Namun, permintaan Maria Arlyn Ibanez dan pasangannya, Joanne Reena Gregorio, langsung ditolak kantor catatan sipil Filipina di Manila.

Sebelumnya, pasangan ini mendatangi kantor catatan sipil di Manila. Selain untuk mencoba mendapatkan surat nikah, juga untuk meningkatkan pemahaman warga terhadap hak-hak kelompok gay.

"Kami ditolak, tetapi setidaknya kami sudah mencoba. Kami mengira akan ada keajaiban dan permohonan kami dikabulkan," kata Maria Arlyn Ibanez (33).

Setelah instansi pemerintah menolak permintaan mereka, Ibanez dan Agbayani langsung mengibarkan bendera berwarna pelangi dengan tulisan "Kami ditolak" tertera di atasnya.

Namun, Ibanez menegaskan, penolakan ini tak akan menghentikan upaya dirinya dan pasangannya mengambil bagian dalam sebuah upacara "pernikahan" yang rencananya digelar akhir bulan ini.

Para petugas di kantor catatan sipil mengatakan kepada wartawan bahwa ini adalah kali pertama pasangan sesama jenis kelamin datang dan ingin mendaftarkan pernikahan.

Sejumlah pejabat pemerintah sebelumnya telah mengatakan tidak akan mengakui pernikahan sesama jenis kelamin, kecuali ada undang-undang yang mengaturnya.

Namun, usulan untuk membuat undang-undang yang menjamin hak kaum gay tampaknya akan gagal di parlemen yang mendapat dukungan gereja Katolik.

Tak hanya penikahan gay yang dilarang di Filipina. Di negeri yang 80 persen penduduknya memeluk Katolik itu, perceraian dan aborsi juga dianggap perbuatan ilegal. Larangan ini sebagian besar merupakan pengaruh dari gereja Katolik.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X