Bentrokan Pecah di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon, 2 Tewas

Kompas.com - 29/07/2015, 16:47 WIB
Dalam foto yang diambil pada Maret 2013 ini terlihat orang-orang bersenjata berkeliaran di jalanan kamp pengungsi Ain al-Hilweh, Sidon, Lebanon. AFP/Mahmoud ZayyatDalam foto yang diambil pada Maret 2013 ini terlihat orang-orang bersenjata berkeliaran di jalanan kamp pengungsi Ain al-Hilweh, Sidon, Lebanon.
EditorErvan Hardoko
BEIRUT, KOMPAS.com — Dua orang tewas, Selasa (28/7/2015), dalam sebuah bentrokan antarkelompok bersenjata di sebuah kamp pengungsi Palestina di dekat kota pelabuhan Sidon, Lebanon.

Seorang pejabat Lebanon yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, kedua korban yang tewas dalam bentrokan di kamp Ain al-Hilweh itu adalah Talal Maqdah, anggota Fatah, dan Diam Mohammad, seorang penjual jus.

Pejabat itu menambahkan, enam orang lainnya juga terluka, termasuk seorang pria yang masih dalam kondisi kritis. "Sekelompok orang bersenjata tiba-tiba menembaki dua anggota kelompok Jund al-Sham. Aksi itu disusul baku tembak antara Jund al-Sham dan kelompok Fatah," ujar pejabat itu.

Dia menambahkan, keenam orang yang terluka itu memang secara khusus menjadi target penembakan. "Situasinya sangat tegang dan terlihat puluhan orang bersenjata berkeliaran di jalanan," kata dia.

Puluhan keluarga Palestina, termasuk mereka yang mencari kedamaian setelah lolos dari kekerasan di Suriah, meninggalkan kamp itu pada saat terjadi bentrokan. Pada pukul 23.00 waktu setempat, bentrok bersenjata mulai mereda, tetapi tembakan sporadis masih terdengar.

Kekerasan ini pecah tiga hari setelah seorang pejabat Fatah, Talal al-Ourdoni, tewas ditembak penyerang tak dikenal saat berada di kamp Ain al-Hilweh. Sebagian besar warga Palestina hidup dalam kondisi mengenaskan di kamp pengungsi ke-12 di Lebanon itu.

AD Lebanon tidak memasuki kamp tersebut setelah sebuah perjanjian disepakati setelah perang saudara 1975-1990 berakhir. Kini, faksi-faksi Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan kamp tersebut.

Sudah beberapa kali kekerasan terjadi di kamp Ain al-Hilweh antara beberapa faksi Palestina yang berseteru. Kemiskinan yang menjerat penghuni kamp menjadikan daerah itu sebagai tempat yang ideal untuk memupuk ekstremisme.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X