Militan Kurdi Klaim Bunuh Anggota ISIS di Istanbul

Kompas.com - 23/07/2015, 17:43 WIB
Sanak keluarga menangis saat upacara pemakaman korban di Gaziantep, 21 Juli 2015. 31 orang tewas dan ratusan terluka dalam peristiwa bom bunuh diri yang diduga dengan terkait Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). AFP PHOTO / BULENT KILICSanak keluarga menangis saat upacara pemakaman korban di Gaziantep, 21 Juli 2015. 31 orang tewas dan ratusan terluka dalam peristiwa bom bunuh diri yang diduga dengan terkait Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
EditorErvan Hardoko
ISTANBUL, KOMPAS.com - Anggota kelompok militan Kurdi mengaku telah menembak mati seorang pria yang diduga kuat adalah anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istanbul, Turki. Demikian dikabarkan sejumlah media setempat, Kamis (23/7/2015).

Gerakan Pemuda Patriotik Revolusioner (YDG-H), sayap kepemudaan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang pemerintah Turki, mengklaim telah membunuh Murse Gul, pada Selasa lalu.

Lewat pernyataan resminya YDG-H mengatakan pria itu tiba di Istanbul tujuh bulan lalu untuk mendapatkan perawatan setelah terkula saat bertempur bersama ISIS di kota Kobani, Suriah.

YDG-H mengatakan telah memantau pergerakan Murse Gul selama tiga bulan terakhir dan meyakini pria itu sedang merencanakan sebuah serangan di Istanbul.


"Kami akan terus melakukan operasi terhadap anggota ISIS dan kami sudah mengidentifikasi banyak anggota mereka dan segera mengeksekusi mereka. Pelaku pengeboman (kota) Suruc juga akan mendapatkan ganjarannya," ," demikian pernyataan YDG-H.

Kantor berita Anatolia mengatakan para pembunuh Mursel Gul menyamar sebagai penjual alat-alat kebersihan. Mereka melepaskan empat tembakan ke tubuh Mursel. Kepolisian anti-teror Turki kemudian melakukan investigasi kasus tersebut dan sejauh ini belum menemukan kaitan antara Mursel Gul dan ISIS.

Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2015), sayap militer PKK menyatakan menjadi dalang pembunuhan dua polisi Turki sebagai balasan atas pengeboman di kota Suruc. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran pertempuran antara Kurdi dan ISIS di Suriah mulai melebar ke wilayah Turki.

Apalagi, sebagian besar etnis Kurdi di Turki sangat kecewa dengan minimnya dukungan pemerintah Turki dalam perang melawan ISIS di Suriah dan menuding Ankara berkolaborasi dengan ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X