Keluarga Korban MH17 Tuntut Pemimpin Pemberontak Ukraina Rp 535 Miliar

Kompas.com - 16/07/2015, 19:37 WIB
Igor Strelkov yang dikenal sebagai “Igor sang Pembuat Onar” muncul untuk mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya MH17. Reuters/ABC AustraliaIgor Strelkov yang dikenal sebagai “Igor sang Pembuat Onar” muncul untuk mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya MH17.
EditorErvan Hardoko
CHICAGO, KOMPAS.com - Pemimpin pasukan separatis di wilayah timur Ukraina, Igor Girkin, pada Rabu (15/7/2015), resmi didakwa sebagai dalang penembakan pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines MH17, Juli tahun lalu.

Sebuah surat dakwaan yang diterbitkan di Chicago, AS menyebut Girkin dengan restu Kremlin memerintahkan pasukannya menembak pesawat yang tengah menerbangi rute Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu.

Kasus ini didaftarkan ke pengadilan atas nama keluarga 18 penumpang pesawat naas itu. Mereka mengklaim uang kompensasi sebesar 900 juta dolar AS atau sekitar Rp 535,7 miliar.

Girkin secara khusus didakwa setelah sebuah media sosial Rusia, di mana kelompok separatis pimpinan Girkin memiliki akun resmi, mengklaim bertanggung jawab menembak jatuh sebuah pesawat Antonov An-26 milik Ukrina.


"Kami peringatkan mereka agar tak terbang di langit kami," demikian komentar kelompok tersebut di akun media sosial tersebut.

Setelah terungkap bahwa yang ditembak jatuh ternyata sebuah pesawat komersial, komentar itu kemudian dihapus. Itulah yang memicu dugaan bahwa kelompok separatis "tanpa sengaja" menjatuhkan MH17.

Namun, Republik Rakyat Donetsk, yang diproklamirkan separatis Ukraina, membantah bertanggung jawab atas bencana yang menimpa MH17. Bantahan ini yang kemudian ditentang di pengadilan Chicago.

"Penerbangan MH17 terbang di atas wilayah udara di mana kelompok pemberontak sedang berperang dan pasukan pemberontak di bawah komando terdakwa Girkin menembak jatuh pesawat Boeing 777-200," demikian sebagian isi surat dakwaan itu.

"Girkin memerintahkan, membantu dan/atau bersekongkol dengan para orang-orang yang menembakkan misil atau beberapa misil," tambah surat dakwaan itu.

Myroslava Reginskaya, juru bicara Igor Girkin alias Igor Strelkov, mengatakan mantan komandan pasukan separatis itu tak akan menanggapi tudingan tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X