Kompas.com - 13/07/2015, 09:11 WIB
Menlu AS John Kerry mengatakan pihaknya berharap perundingan akan membuahkan hasil. BBCMenlu AS John Kerry mengatakan pihaknya berharap perundingan akan membuahkan hasil.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Utusan beberapa negara besar dan Iran dalam pertemuan di Wina dilaporkan hampir mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Pertemuan pada Minggu (12/7/2015) dihadiri antara lain oleh Iran dan enam negara, yaitu  Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan China.

Dua diplomat yang mengikuti perundingan mengatakan rincian kesepakatan masih dibahas Minggu petang dan masih harus ditinjau ulang oleh keenam negara yang terlibat dalam perundingan.

Namun sejumlah diplomat dilaporkan mengatakan pengumuman kesepakatan mungkin akan dikeluarkan Senin ini.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menjelaskan setelah hari Senin maka perundingan tidak akan diperpanjang lagi.

Amerika Serikat dan mitra-mitranya mengatakan sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran akan dicabut apabila Iran bersedia menerapkan sejumlah langkah yang mencegah negara itu mengembangkan bom nuklir. Pemerintah Iran sudah menegaskan tidak berniat membangun senjata seperti itu.

Kelompok enam negara dan Iran telah menggelar negosiasi maraton guna mewujudkan kesepakatan dan sebelumnya gagal memenuhi tenggat waktu berturut-turut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antara persoalan utama yang mengganjal pembicaraan adalah inspeksi tim internasional di tempat-tempat non-nuklir di Iran, pencabutan sanksi, dan bagaimana memverifikasi kepatuhan Iran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X