Kompas.com - 10/07/2015, 15:50 WIB
|
EditorEgidius Patnistik
CEBU, KOMPAS.com — Sebuah foto menggugah banyak warga untuk mengulurkan tangan membantu bocah Filipina berumur 9 tahun.

Foto tentang Daniel Cabrera mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan bantuan penerangan dari restoran cepat saji McDonald's menjadi viral di media sosial setelah seorang mahasiswi, Joyce Torrefranca, mengunggahnya di Facebook. Foto yang telah di-like oleh 406 netizen dan di-share 6.876 kali itu membuat bantuan mengalir ke bocah itu.

"Semangat dan keteguhan hatinya untuk belajar menjadikan foto ini sebagai sumber inspirasi. Walaupun tidak memiliki tempat dan penerangan yang memadai, dia masih memilih untuk belajar, pertahankan semangat ini," demikian komentar seorang netizen, Giomen Probert Ladra Alayon.

Daniel telah menerima sejumlah bantuan, mulai dari uang tunai, peralatan sekolah, seragam sekolah, lampu penerangan belajar, hingga beasiswa. Demikian laporan kantor berita AFP, Jumat (10/7/2015).

Gereja setempat dan kantor pelayanan sosial juga mengulurkan bantuan. "Saya sangat bahagia. Saya sampai bingung dengan berkat yang luar biasa ini," kata ibunda Daniel, Christina Espinosa.

"Sekarang Daniel tidak perlu lagi menderita hanya untuk menyelesaikan sekolahnya," lanjut ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pelayan supermarket.

Dia mengungkapkan, putranya yang bercita-cita menjadi polisi merupakan sosok yang tekun dan gigih. "Dia selalu ngotot ke sekolah tanpa uang makan siang. Saya tidak dapat memberi karena saya tidak punya."

Torrefranca, yang mengunggah foto itu, menuturkan, "Saya sangat tersentuh melihatnya. Saya jarang pergi ke restoran cepat saji untuk belajar. Bocah ini sungguh luar biasa. Dia memang memiliki keterbatasan, tetapi punya dedikasi yang luar biasa untuk belajar." Torrefranca berharap kisah ini bisa menyentuh hati siapa pun untuk tetap terinspirasi dan bersemangat menjalani kehidupan dalam segala kondisi.

Daniel dilaporkan secara rutin belajar dan mengerjakan PR-nya setiap malam dengan bantuan penerangan gerai McDonald's itu, yang menjadi satu-satunya sumber penerangan di dekat rumah sementaranya. Keluarga itu tidak punya rumah setelah kebakaran menghanguskan kediaman mereka lima tahun lalu.

Bersama dengan ibu dan kedua saudaranya, Daniel untuk sementara waktu tinggal di tempat kerja ibunya. Ayahnya meninggal pada tahun 2013 akibat diare akut.

"Dia selau memberi tahu saya, dia tidak ingin terus-menerus miskin. Dia ingin menggapai cita-citanya," kata Christina menutup ceritanya.

"Masalah kita adalah bagaimana mengatur bantuan keuangan ini. Bocah ini telah menjadi simbol dari seorang bocah miskin di kawasan kumuh kota yang tidak dapat belajar karena tidak memiliki listrik," kata Violeta Cavada, kepala kantor pelayanan sosial di Filipina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.