Kompas.com - 08/07/2015, 07:00 WIB
Proses penenggelaman kapal pencuri ikan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (20/5/2015) siang. Penenggelaman tersebut dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. PUSAT PENERANGAN TNIProses penenggelaman kapal pencuri ikan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (20/5/2015) siang. Penenggelaman tersebut dilakukan oleh TNI Angkatan Laut.
EditorErvan Hardoko
Oleh : Dr. Haryo Budi Nugroho

KITA mungkin masih ingat terobosan-terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, untuk mengatasi  masalah penangkapan ikan ilegal atau istilah reinua Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fising).

Tidak hanya di Indonesia, masalah IUU Fishing merupakan masalah yang dihadapi banyak negara di dunia. Untuk itu, masalah ini memerlukan penanganan komprehensif dan melibatkan berbagai negara pantai di mana IUU Fishing dilakukan, negara bendera kapal dari kapal yang melakukan IUU Fishing, maupun negara pelabuhan tempat kapal-kapal pelaku IUU Fishing bersandar dan menjual hasil tangkapannya.

Kerjasama internasional maupun regional telah banyak dilakukan dalam upaya pemberantasan IUU Fishing. Namun permasalahan yang kerap dihadapi adalah ketidakmampuan (atau ketidakmauan?) dari negara terkait untuk mengikuti upaya pemberantasan IUU Fishing.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada 23 Maret 2013, Sub Regional Fisheries Organization (SRFO) yang beranggotakan negara-negara di belahan barat dunia seperti Cape Verde, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mauritania, Senegal, dan Sierra Leone, mengajukan permintaan Advisory Opinion (AO) kepada Mahkamah Hukum Laut Internasional (ITLOS).

Mahkamah ini adalah pengadilan internasional khusus hukum laut yang didirikan berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (the United Nations Convention on the Law of the Sea) atau yang biasa disebut dengan UNCLOS. AO tidak serta-merta memberikan putusan yang mengikat negara-negara secara langsung, namun memberikan penafsiran lebih lanjut dari suatu ketentuan hukum internasional.

Salah satu pertanyaan dari SRFO kepada ITLOS adalah apa tanggung jawab negara bendera kapal terhadap IUU Fishing di negara ketiga yang dilakukan oleh kapal yang mengibarkan benderanya serta sejauh mana negara bendera kapal bertanggung jawab?

Dalam putusannya, disampaikan pada 2 April 2015, ITLOS menyatakan bahwa negara bendera kapal memiliki due diligence obligation untuk memastikan bahwa kapal yang mengibarkan benderanya tidak terlibat dalam IUU Fishing atau aktivitas lain yang bertentangan dengan upaya perlindungan dan konservasi lingkungan laut.

Lebih lanjut, ITLOS menyatakan negara bendera kapal tidak serta-merta bertanggung jawab terhadap kegiatan IUU Fishing oleh kapal yang mengibarkan benderanya karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan individu. Tetapi, negara bendera kapal dianggap tidak memenuhi kewajiban tersebut jika gagal untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah keterlibatan kapal yang mengibarkan benderanya dalam kegiatan IUUF.   

Meskipun AO ini tidak memberikan putusan langsung yang mengikat secara hukum, penafsiran ITLOS dapat dikatakan mempengaruhi negara-negara lain selain anggota SRFO. Pasalnya, jawaban ITLOS merupakan penafsiran dari ketentuan-ketentuan UNCLOS.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X