Diklaim Terima Dana 700 Juta Dollar AS, PM Malaysia Berencana Gugat "WSJ"

Kompas.com - 07/07/2015, 10:12 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. MOHD RASFAN / AFPPerdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
|
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berencana menggugat harian The Wall Street Journal (WSJ) karena telah memublikasikan adanya aliran dana bernilai ratusan juta dollar AS dari perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Bhd (1MDB), ke rekening bank pribadi milik Najib. Harian itu melaporkan bahwa dana hampir 700 juta dollar AS itu dipindahkan ke institusi pemerintah, sejumlah bank, dan perusahaan sebelum berakhir di rekening bank Najib.

"Jika saya ingin mencuri uang tersebut, pastinya saya tidak akan meletakkannya di rekening Bank Malaysia. Sebagai perdana menteri, saya tidak akan pernah mengkhianati rakyat Malaysia, bersikaplah tenang, kebenaran akan terungkap," tutur Najib, Senin (6/7/2015).

Najib menambahkan, dia sedang berdiskusi dengan pengacaranya dan akan mengambil tindakan apakah dia akan menggugat WSJ atas tuduhan "jahat" itu dalam beberapa hari ke depan.

Perdana Menteri yang sudah berkuasa sejak tahun 2009 itu menghadapi badai politik terbesar yang berpotensi mengakhiri enam tahun kekuasaannya. Tekanan juga semakin meningkat setelah kantor Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima dokumen yang menyebut rekening Perdana Menteri menerima aliran uang tersebut.

"Saya telah memeriksa dengan detail seluruh dokumen dan meminta satgas khusus untuk segera mengambil tindakan lebih lanjut," kata Jaksa Agung Abdul Gani. Abdul menyatakan, politisi berusia 61 tahun itu juga harus mewaspadai duri dalam daging yang dapat membahayakan pemerintahannya sewaktu-waktu.

Duri yang dimaksud adalah Deputi Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang disebut-sebut berpotensi menantang posisi Najib sebagai presiden partai berkuasa UMNO dan perdana menteri. Muhyiddin menyerukan agar aparat hukum segera melakukan investigasi menyeluruh. Dia mengatakan, tuduhan itu sangat serius karena menyangkut kredibilitas dan integritas Najib sebagai kepala pemerintahan.

Sementara itu, dua partai oposisi, yaitu Partai Aksi Demokrat (DAP) dan Partai Keadilan Rakyat (PKR), mendesak parlemen menggelar sesi rapat darurat untuk membahas skandal tersebut. Beberapa pihak juga mendesak agar Najib dinonaktifkan terlebih dahulu hingga investigasi selesai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun 1MDB diresmikan Najib pada tahun 2009. Dia kini masih menjabat sebagai ketua dewan pembina perusahaan itu. Sejumlah kalangan mengkritik cara perusahaan itu yang tidak transparan dalam bisnisnya. Perusahaan itu tengah diguncang utang sebesar 11 miliar dolar AS, yang membebani mata uang ringgit di tengah tudingan adanya salah urus dan transaksi luar negeri yang tak jelas.

Sejumlah pengkritik, termasuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, menyerukan investigasi pidana. Mahathir sendiri terus melancarkan gerakan untuk menggulingkan mantan "anak asuh politiknya" itu dan mendesak Najib segera mengundurkan diri. Najib dan 1MDB bersikukuh mereka tidak melakukan tindak pidana apa pun. Dia mengecam Mahathir sedang berkonspirasi dengan pihak internasional untuk menjatuhkannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X