Kompas.com - 06/07/2015, 22:48 WIB
Dalam foto yang diunggah ke dunia maya ini terlihat seorang pria membungkus tubuhnya dengan bendera ISIS sementara di pundaknya seorang bocah kecil juga mengibarkan bendera kelompok itu. Insiden ini terjadi di depan gedung Parlemen Inggris di London. TwitterDalam foto yang diunggah ke dunia maya ini terlihat seorang pria membungkus tubuhnya dengan bendera ISIS sementara di pundaknya seorang bocah kecil juga mengibarkan bendera kelompok itu. Insiden ini terjadi di depan gedung Parlemen Inggris di London.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Seorang pria yang membungkus tubuhnya dengan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berjalan di depan Gedung Parlemen Inggris di London. Pria ini juga memanggul seorang bocah kecil di pundaknya yang ikut mengibarkan bendera ISIS berukuran kecil.

Para polisi yang berjaga di gedung tersebut kemudian menghampiri pria tersebut. Setelah berbincang-bincang beberapa saat, para polisi itu membiarkan pria tersebut melanjutkan perjalanan.

Sebuah foto yang diambil seorang turis yang kemudian ditayangkan sebuah situs Korea, menurut harian Evening Standard, memperlihatkan tubuh pria yang terbungkus bendera ISIS itu.

"Pria itu kemudian dihampiri sejumlah polisi. Namun, dengan pertimbangan undang-undang yang ada, khususnya Undang-undang Ketertiban Publik, para petugas memutuskan untuk membiarkannya karena aksi pria itu masih dalam koridor hukum. Dia tidak ditahan," ujar seorang juru bicara kepolisian metropolitan London seperti dikutip harian The Independent.

"Para petugas menganggap meski mendukung ISIS dan bergabung dengan kelompok itu bisa dianggap melanggar hukum, namun mendukung sebuah pembentukan negara baru bukanlah sebuah tindakan kriminal," demikian artikel yang diterbitkan The Independent.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Inggris memperingati 10 tahun tragedi pengeboman bus yang terjadi pada 7 Juli 2005 yang menewaskan 52 orang.

Begitu foto aksi pria tersebut tersebar di dunia maya, banyak komentar muncul dari para pengguna media sosial.

"Mengapa kita mengizinkan hal ini terjadi di jalanan kita, seorang pria berjalan melintasi Big Ben dengan membawa bendera ISIS," ujar pengguna Twitter bernama Gavin.

"Seorang pria berjalan di pusat kota London sambil membawa bendera ISIS, tetapi tidak ditahan karena dia tak melanggar hukum. Hanya bisa terjadi di sini (Inggris)," ujar Tony Lancaster, pengguna Twitter lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.