Kompas.com - 01/07/2015, 23:29 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Rabu (1/7/2015), mengumumkan bahwa AS dan Kuba sepakat memperbaiki hubungan diplomatik yang putus 54 tahun lalu di puncak Perang Dingin.

Di bawah kesepakatan ini maka kedutaan besar kedua negara di masing-masing ibu kota akan dibuka paling cepat pada 20 Juli mendatang. Sebuah langkah yang diebut Obama sebagai "langkah maju yang bersejarah" dan "babak baru" dalam hubungan AS dan Amerika Latin.

"Di akhir musim panas ini, Menlu John Kerry akan berkunjung ke Havana untuk secara formal mengibarkan bendera AS di kedutaan besar kita," kata Obama di Gedung Putih.

Sementara itu, Presiden Kuba Raul Castro dalam suratnya untuk Presiden Obama mengutarakan keinginannya untuk membangun hubungan dan kerja sama antara rakyat dan pemerintah kedua negara dalam suasana saling menghormati.

Sementara itu, kepala seksi kepentingan AS di Havana, Jeffrey DeLaurentis, yang diyakini bakal menjadi duta besar, juga menyerahkan surat dari Presiden Obama untuk Presiden Castro.

Presiden Dwight Eisenhower menutup kedutaan besar AS di Havana pada 3 Januari 1961 setelah Fidel Castro berkuasa dan mempererat hubungan negeri itu dengan Uni Soviet.

Penutupan kedutaan besar ini seakan meramalkan sebuah masa-masa genting hubungan AS-Kuba yang diwarnai invasi yang gagal di Teluk Babi serta krisis misil nuklir Kuba.

Presiden Obama menyatakan kebijakan lama untuk mengisolasi Kuba yang komunis telah gagal dan kebijakan itu merupakan sisa-sisa era lama yang sudah hilang.

Obama juga menolak untuk tetap mempertahankan kebijakan yang tak bisa dijalankan dan menyerukan agar Kongres yang dikuasai Partai Republik menghentikan embargo ekonomi AS terhadap Kuba yang sudah diberlakukan sejak 1962.

"Butuh waktu lama bagi kita untuk menyadari bahwa pendekatan ini tak berhasil. Kebijakan ini tak berhasil selama 50 tahun. Kebijakan itu merusak masa depan Kuba dan hanya membuat kehidupan rakyat Kuba semakin sengsara," ujar Obama.

Setelah 18 bulan pembicaraan rahasia antara Havana dan Washington, yang ditengahi Vatikan, pada Desember tahun lalu kedua negara sepakat untuk memulai hubungan baru yang lebih hangat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.