AS dan Kuba Buka Kedutaan Besar Paling Cepat 20 Juli

Kompas.com - 01/07/2015, 23:29 WIB
Presiden Barack Obama menjabat tangan presiden Kuba, Raul Castro saat keduanya menghadiri upacara mengenang Nelson Mandela, di Soweto, Selasa (10/12/2013). Tak lama lagi kedua pemimpin ini akan semakin mudah bertemu seiring dibukanya kembali hubungan diplomatik AS dan Kuba. abcnews.comPresiden Barack Obama menjabat tangan presiden Kuba, Raul Castro saat keduanya menghadiri upacara mengenang Nelson Mandela, di Soweto, Selasa (10/12/2013). Tak lama lagi kedua pemimpin ini akan semakin mudah bertemu seiring dibukanya kembali hubungan diplomatik AS dan Kuba.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Rabu (1/7/2015), mengumumkan bahwa AS dan Kuba sepakat memperbaiki hubungan diplomatik yang putus 54 tahun lalu di puncak Perang Dingin.

Di bawah kesepakatan ini maka kedutaan besar kedua negara di masing-masing ibu kota akan dibuka paling cepat pada 20 Juli mendatang. Sebuah langkah yang diebut Obama sebagai "langkah maju yang bersejarah" dan "babak baru" dalam hubungan AS dan Amerika Latin.

"Di akhir musim panas ini, Menlu John Kerry akan berkunjung ke Havana untuk secara formal mengibarkan bendera AS di kedutaan besar kita," kata Obama di Gedung Putih.

Sementara itu, Presiden Kuba Raul Castro dalam suratnya untuk Presiden Obama mengutarakan keinginannya untuk membangun hubungan dan kerja sama antara rakyat dan pemerintah kedua negara dalam suasana saling menghormati.

Sementara itu, kepala seksi kepentingan AS di Havana, Jeffrey DeLaurentis, yang diyakini bakal menjadi duta besar, juga menyerahkan surat dari Presiden Obama untuk Presiden Castro.

Presiden Dwight Eisenhower menutup kedutaan besar AS di Havana pada 3 Januari 1961 setelah Fidel Castro berkuasa dan mempererat hubungan negeri itu dengan Uni Soviet.

Penutupan kedutaan besar ini seakan meramalkan sebuah masa-masa genting hubungan AS-Kuba yang diwarnai invasi yang gagal di Teluk Babi serta krisis misil nuklir Kuba.

Presiden Obama menyatakan kebijakan lama untuk mengisolasi Kuba yang komunis telah gagal dan kebijakan itu merupakan sisa-sisa era lama yang sudah hilang.

Obama juga menolak untuk tetap mempertahankan kebijakan yang tak bisa dijalankan dan menyerukan agar Kongres yang dikuasai Partai Republik menghentikan embargo ekonomi AS terhadap Kuba yang sudah diberlakukan sejak 1962.

"Butuh waktu lama bagi kita untuk menyadari bahwa pendekatan ini tak berhasil. Kebijakan ini tak berhasil selama 50 tahun. Kebijakan itu merusak masa depan Kuba dan hanya membuat kehidupan rakyat Kuba semakin sengsara," ujar Obama.

Setelah 18 bulan pembicaraan rahasia antara Havana dan Washington, yang ditengahi Vatikan, pada Desember tahun lalu kedua negara sepakat untuk memulai hubungan baru yang lebih hangat.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X