Dituduh Rencanakan Makar, Seorang Pimpinan Senior ISIS Dieksekusi

Kompas.com - 01/07/2015, 19:32 WIB
Anggota ISIS berpatroli di kota Mosul, untuk memastikan aturan yang mereka terapkan terhadap warga kota tersebut. BBCAnggota ISIS berpatroli di kota Mosul, untuk memastikan aturan yang mereka terapkan terhadap warga kota tersebut.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan mengeksekusi salah satu pemimpin seniornya karena dituduh berencana melakukan pemberontakan. Abu Usman al-Hassan, nama pemimpin senior ISIS yang berkedudukan di Mosul itu, diyakini dieksekusi pada pekan lalu.

Berdasarkan sejumlah laporan, Al-Hassan dihukum mati setelah menjalani sebuah sidang pengadilan yang singkat. Dalam persidangan singkat itu Al-Hassan dianggap terbukti tengah merencanakan konspirasi.

Setelah dinyatakan bersalah Al-Hassan kemudian dieksekusi di sebuah basis militer ISIS di sisi barat kota Mosul. Namun, tidak diketahui dengan cara apa Al-Hassan dieksekusi. Seorang saksi mata kepada Iraq Press mengatakan Al-Hassan diadili setelah terjadi perselisihan berkepanjangan antara dia dan para wakilnya.

Saksi lain mengatakan, saat para pejuang asing datang dan mulai memiliki pengaruh maka Mosul terbelah menjadi kamp Arab dan non-Arab. Kelompok Arab ini dipimpin Al-Hassan sehingga tak heran jika setelah kematian Al-Hassan banyak anak buahnya yang memilih pindah dari Mosul ke Raqqa.

Menurut harian Business Insider, sejumlah anggota ISIS asal Arab Saudi mulai meninggalkan Mosul sebagai protes kematian Al-Hassan. Padahal, para warga Saudi dan Suriah itu merupakan bagian terbesar dalam pasukan militer ISIS.

Mereka yang meninggalkan Mosul karena frustrasi dengan para pemimpin di Mosul dikabarkan memilih pindah ke kota Raqqa, Suriah yang dijadikan ibu kota kekalifahan oleh ISIS.

Sesampainya di Raqqa, mereka kemungkinan akan mengajukan keluhan resmi terkait eksekusi terhadap Al-Hassan kepada pemimpin tertinggi ISIS atau mengajukan permohonan agar mereka dipindah di bawah kendali wilayah lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.