Tinju Sopir Taksi, Profesor Hukum Dibui 4 Bulan

Kompas.com - 01/07/2015, 13:39 WIB
Profesor Sundram Peter Soosay yang dibui 4 bulan setelah menganiaya supir taksi dalam keadaan mabuk Channel News Asia/Calvin OhProfesor Sundram Peter Soosay yang dibui 4 bulan setelah menganiaya supir taksi dalam keadaan mabuk
|
EditorEgidius Patnistik
SINGAPURA, KOMPAS.com — Sungguh ironis nasib Profesor Sundram Peter Soosay, profesor hukum ternama di National University of Singapore (NUS). Alih-alih menegakkan hukum yang diajarkan kepada mahasiswanya, pakar yurisprudensi itu malah harus mendekam di "hotel prodeo".

Stomp Singapura melaporkan, awal pekan ini, profesor berumur 43 itu dijatuhi hukuman penjara empat bulan. Sundram dinyatakan bersalah karena terbukti menganiaya sopir taksi ketika dirinya dalam kondisi mabuk.

Penganiayaan itu terjadi pada Desember lalu, tepatnya pada hari Natal.

Sun Chun Hua, sopir berumur 70 tahun, dibuat kewalahan ketika sang profesor menumpang di taksinya. Dalam kondisi mabuk berat, Sundram muntah-muntah di dalam taksi. Setelah mengantar Soosay ke tujuannya, bukannya membayar, Soosay malah meninggalkan taksi begitu saja.


Sun pun segera mengejar dan mengancam akan melaporkannya ke polisi. Soosay akhirnya menyerahkan uang 50 dollar Singapura. 

Namun, rupanya sopir itu bukan hanya menerima uang sewa taksi, dia juga mendapat "kejutan" berupa bogem mentah di wajahnya.

Akibat penganiayaan itu, Sun dirawat di rumah sakit dan mendapat puluhan jahitan. Sun juga tidak dapat bekerja selama 17 hari.

Selain hukuman penjara, Soosay diwajibkan membayar 1.500 dollar Singapura (sekitar Rp 15 juta) sebagai kompensasi kepada sopir yang telah dianiayanya itu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X