Ramadhan di Inggris, Mulai Mukena Hitam hingga Ateis Berpuasa

Kompas.com - 27/06/2015, 04:30 WIB
Salah satu kegiatan umat Muslim di London adalah menggelar ajang Ramadhan Tent Project yaitu buka puasa bersama di ruang terbuka publik dan dihadiri banyak orang termasuk warga non-Muslim. Dewi SafitriSalah satu kegiatan umat Muslim di London adalah menggelar ajang Ramadhan Tent Project yaitu buka puasa bersama di ruang terbuka publik dan dihadiri banyak orang termasuk warga non-Muslim.
EditorErvan Hardoko
Oleh: Dewi Safitri

LONDON, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan tak ada bedanya dengan bulan-bulan lain di berbagai negara Eropa. Maklum hanya 13 juta warganya Benua Biru yang menganut Islam dan menjalankan ibadah puasa. Di Inggris, di antara ramainya pemberitaan terkait praktik rasisme dan Islamophobia, berbagai kalangan Muslim memanfaatkan Ramadhan dalam upaya ‘memperkenalkan diri’ dengan lingkungannya.

Sekelompok mahasiswa dan relawan menggelar acara buka bersama sepanjang bulan di London. Ajang Ramadhan Tent Project digagas sekelompok alumni SOAS (School of Oriental and African Studies) tiga tahun lalu dan kini diselenggarakan tiap tahun. Panitia mendirikan tenda kecil dan menggelar tikar di sebuah taman di Malet Street, London serta mengundang siapa saja untuk datang dan ikut buka puasa.

Di antara para ‘undangan’ terdapat para gelandangan, mahasiswa, pejalan kaki, dan juga warga non-Muslim yang datang sekadar karena ingin tahu dan tertarik ikut berbuka puasa. Dalam acara itu tersedia air minum dalam botol, kurma, pisang dan beberapa butir apel saat penulis hadir di pekan pertama puasa.

Seperti di tanah air, acara buka bersama juga umum diselenggarakan di masjid dan mushala di Inggris. Sebagian datang membawa bekal makanan dan minuman untuk dinikmati bersama, sebagian lagi datang untuk menemukan teman sesama jamaah yang berpuasa lalu berbuka bersama.

“Saya kesini sengaja mencari saudara sesama Muslim, Iftar (buka puasa) rasanya paling nikmat kalau bersama-sama”, kata Fatima Ali yang sudah 14 tahun menetap di London.

Bersama empat anaknya Fatima membawa kue, ayam goreng dan jus mangga lengkap dengan gelas plastiknya ke masjid kantor pusat Muslim World League di London. Fatima dan anak-anaknya tidak nampak berasal dari kalangan berada, tetapi dia mengaku sudah melakukan aktivitas ini selama bertahun-tahun. Dengan suka rela keluarganya menyisihkan waktu dan uang untuk memberi makan orang yang berpuasa.

“Sebelum kesini saya mampir dulu ke dapur masjid dekat tempat saya tinggal, saya bantu masak untuk buka puasa juga,” tambahnya sambil meminta supaya penulis makan lebih banyak hidangan yang dibawanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X