Kompas.com - 26/06/2015, 17:46 WIB
Polisi Perancis amankan sebuah pabrik gas di dekat kota Lyon yang diserang dan menewaskan satu orang, Jumat (25/6/2015).

AFPPolisi Perancis amankan sebuah pabrik gas di dekat kota Lyon yang diserang dan menewaskan satu orang, Jumat (25/6/2015).
EditorErvan Hardoko
BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Francois Hollande, Jumat (26/6/2015), harus meninggalkan sebuah KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia lebih cepat setelah seorang terduga anggota kelompok militan Islam menyerang sebuah pabrik gas di wilayah timur Perancis.

"Dia (Hollande) akan kembali siang ini dan terus berkomunikasi dengan menteri dalam negeri serta aparat keamanan," kata sejumlah pejabat Perancis.

Pejabat itu menambahkan, Hollande akan memberikan keterangan pers di Brussels sebelum pukul 11.00 GMT atau sekitar pukul 18.00 WIB. "Presiden melihat foto-foto pertama serangan itu lewat saluran televisi berita 24 bersama Kanselir Jerman Angela Merkel, yang juga terlihat sangat terkejut," tambah pejabat itu.

Sebelumnya, Kepolisian Perancis menangkap seorang pria yang diduga melakukan serangan maut ke sebuah pabrik gas di wilayah timur negeri itu yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Seorang sumber mengatakan kepada AFP, penyerang membawa bendera sebuah kelompok militan Islam saat dia menyerbu pabrik tersebut dan mengaktifkan sejumlah peledak berkekuatan rendah.

"Berdasarkan temuan awal, satu atau beberapa orang menggunakan sebuah kendaraan yang dikemudikan masuk ke dalam pabrik. Sebuah ledakan terjadi di sana," ujar seorang sumber yang tak mau disebut namanya.

"Jasad yang terpenggal ditemukan di dekat pabrik, namun kami belum dapat memastikan apalah jasad itu dibawa ke lokasi penemuan atau memang tewas di tempat itu," tambah sumber tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jasad seorang korban ditemukan tak jauh dari pabrik itu dan sebuah bendera dengan tulisan Arab di atasnya ditemukan pada potongan kepala yang ditancapkan di gerbang pabrik tersebut.

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls memerintahkan peningkatan keamanan di "lokasi-lokasi sensitif" di dekat pabrik gas yang diserang itu.

Valls, yang sedang dalam kunjungan kerja ke Afrika Selatan itu, meminta Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve menuju ke kota Saint-Quentin Fallavier, dekat kota Lyon, yang menjadi lokasi kejadian.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.