Kompas.com - 18/06/2015, 21:46 WIB
Tian Fu-sheng (41) saat disidangkan di pengadilan Beijing, China. XinhuaTian Fu-sheng (41) saat disidangkan di pengadilan Beijing, China.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Seorang pria berusia 41 tahun asal Hebei menjalani sidang di sebuah pengadilan di Beijing, China pada Selasa lalu karena didakwa melakukan penipuan.

Pria bernama Tian Fu-sheng ini disidangkan setelah memacari 15 orang mahasiswi dan membujuk mereka untuk memberikan uang hingga ratusan ribu yuan.

Tian Fu-sheng, sebenarnya adalah pria pengangguran dan bapak seorang remaja berusia 17 tahun dan tentu saja bukan profil idaman para mahasiswi. 

Namun, kepada para mahasiswi itu dia mengaku sebagai seorang CEO berusia 28 tahun dan pemegang dua gelar master dari dua universitas terkemuka di China.

"Dia bersikap seperti layaknya seorang kekasih yang penuh perhatian. Jika saya naik bus untuk menemuinya, dia akan bertanya saya naik bus apa, di mana saya turun dan selalu mengatakan agar saya berhati-hati," ujar seorang mahasiswi korban Tian.

Lewat situs perbincangan QQ, Tian berhasil mengencani 15 orang mahasiswi secara bersamaan. Beberapa dari mereka adalah mahasiswi di beberapa universitas di Beijing, Shandong dan Hebei.

Semua mahasiswi itu pernah mengunjungi rumah peternakan Tian di Beijing dan semuanya pernah berhubungan badan dengan pria pengangguran itu.

Selama empat tahun berkencan, delapan dari 15 pacar Tian meminjamkan uang dengan total sebesar 354.000 yuan atau sekitar Rp 760 juta. Salah satu dari mereka bahkan memberikan uang sebesar 200.000 yuan atau sekitar Rp 430 juta untuk Tian.

Bagaimana Tian bisa mendapatkan uang sedemikian banyak dari para mahasiswi itu? Ternyata dia beralasan membutuhkan uang untuk memulai bisnis baru atau biaya pengobatan ibunya yang sakit keras.

Ternyata uang yang diperoleh dari para mahasiswi itu digunakan Tian untuk membayar utang, makan-makan, membeli mobil hingga berjudi. Sesekali Tian mengembalikan uang para mahasiswi itu demi tetap mendapatkan kepercayaan mereka.

Sebagian besar mahasiswi ini belum pernah memiliki kekasih sehingga mereka sangat mempercayai semua hal yang dikatakannya. "Jika saya tak meminjaminya uang, maka dia akan membuat saya merasa sebagai seorang kekasih yang jahat," ujar Ma, salah seorang korban Tian.

Tian sendiri mengatakan para mahasiswi itu memberikan uang secara "suka rela". Dia juga mengklaim para gadis itu bukanlah kekasihnya dan dia mengenal mereka lewat teman, kerabat hingga salah menelepon.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.