Survei: Jokowi "Runner-up" Tokoh Paling Tak Disukai di Australia

Kompas.com - 18/06/2015, 16:22 WIB
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (20/10/2014) malam. KOMPAS.com/ICHA RASTIKAPresiden Joko Widodo bersalaman dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (20/10/2014) malam.
|
EditorErvan Hardoko
CANBERRA, KOMPAS.com — Sebuah lembaga think tank Australia, Lowy Institute, baru saja menggelar survei terkait pendapat warga negeri itu terhadap Presiden Joko Widodo. Ternyata hasil jajak pendapat itu cukup mengejutkan.

Meski Indonesia adalah tetangga dekat Australia, tetapi menurut hasil survei itu, 42 persen warga Negeri Kanguru tak mengenal sosok Jokowi. Selain itu, survei tersebut mengungkap bahwa 29 persen warga Australia tidak mengagumi Jokowi dan hanya 25 persen yang mengaku kagum terhadap sosok mantan Wali Kota Surakarta itu.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo menduduki peringkat kedua pemimpin dunia yang tak disukai warga Australia setelah Presiden Vladimir Putin dari Rusia. Presiden Putin, menurut survei ini, tak disukai oleh 67 persen warga Australia.

Penyelenggara survei menanyai pendapat responden terhadap 10 pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Barack Obama, capres AS Hillary Clinton, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel, serta Presiden China Xi Jinping. Sementara Presiden Obama masih menjadi "idola" 86 persen warga Australia.
 
Lowy Institute juga menemukan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tengah mencapai titik nadir. Berdasarkan survei ini, sentimen positif warga Australia terhadap Indonesia hanya mencapai 46 poin. Angka ini merupakan yang terendah sejak Schappelle Corby ditangkap pada 2007 karena memiliki obat-obatan terlarang.

Nilai 46 yang diperoleh menempatkan posisi Indonesia sama dengan Rusia dan Mesir di mata rakyat Australia. Hal lain yang terungkap dalam survei ini adalah hanya 34 persen warga Australia yang mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah negeri demokrasi, padahal sudah 16 tahun Indonesia mempraktikkan demokrasi.

Catatan lain yang diperoleh dari jajak pendapat ini, antara lain, pendapat warga Australia soal peran Indonesia mengatasi masalah imigran ilegal, penghapusan hukuman mati, dan upaya Indonesia memerangi terorisme.

Satu hal yang penting dicatat adalah meski warga Australia tidak mengagumi Presiden Joko Widodo, tetapi sekitar 76 persen warga negeri itu meyakini bahwa PM Tony Abbott harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X