Beli Tiket Pesawat Pakai Nama Palsu, Pria Australia Dipenjara

Kompas.com - 15/06/2015, 18:37 WIB
Junaid Thorne (26) dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan setelah ketahuan membeli tiket pesawat terbang dengan menggunakan nama palsu. Thorne masuk dalam daftar orang yang diawasi karena komentarnya yang memuji ISIS di media sosial. ABC AustraliaJunaid Thorne (26) dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan setelah ketahuan membeli tiket pesawat terbang dengan menggunakan nama palsu. Thorne masuk dalam daftar orang yang diawasi karena komentarnya yang memuji ISIS di media sosial.
EditorErvan Hardoko

SYDNEY, KOMPAS.com - Junaid Thorne, seorang warga Australia yang menyebut dirinya  sebagai seorang ustad  dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan karena membeli tiket pesawat menggunakan nama palsu.

Pria berusia 26 tahun tersebut dikenai tuduhan menggunakan nama palsu ketika membeli tiket pesawat dari Perth ke Sydney dan menggunakannya pada Desember tahun lalu.

Thorne mengatakan dia menggunakan nama palsu untuk menghindari pemeriksaan dari pihak berwenang. Dia dan dua orang lainnya mengaku bersalah dalam sidang sebelumnya, karena melanggar UU Penerbangan Federal Australia.

Pengacara Thorne, Paul Badisco menggambarkan tindakan kliennya sebagai "bodoh dan tergesa-gesa" dan 'ini bukan pelanggaran yang canggih'.

Dia mengatakan bahwa Thorne tidak mengerti bahwa menggunakan nama palsu untuk melakukan perjalanan merupakan pelanggaran hukum ketika dia memesan tiket.

Namun ketika dia diberitahu, lanjut Badisco, Thorne mencoba mengubah pesanan tiket namun tidak jadi dilakukan karena harus membayar biaya tambahan. "Dia sekarang mengerti bahwa tindakan itu berakibat buruk." katanya.

"Dia semula berusaha untuk tidak diketahui oleh pihak berwenang, dengan mengganti namanya, namun sekarang dia malah semakin diketahui oleh pihak keamanan," ujar Badisco.

Dalam tuntutannya jaksa mengatakan untuk keamanan perjalanan maka semua orang harus menggunakan nama sendiri saat membeli tiket penerbangan sehingga jelas identitas seseorang yang melakukan perjalanan.

Junaid Thorne sebelumnya sudah diawasi pihak keamanan Australia karena pendapatnya yang kontroversial mengenai ISIS dan kelompok ekstrem lainnya. Dia adalah warga Australia berdarah Arab Saudi dan Aborijin, dan sebelumnya pernah tinggal di Arab Saudi sejak usia sembilan sampai 23 tahun.

Kakaknya, Shayen Thorne dihukum empat setengah tahun penjara di Saudi karena dianggap terbukti melakukan tindak pidana terorisme. Sementara, Thorne dideportasi dari Saudi pada 2013 karena memprotes hukuman untuk kakaknya.

Thorne masuk dalam daftar sejumlah orang yang dipantau pemerintah Federal Australia karena berbagai komentarnya di sosial media yang mendukung ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X