Rapaport, Doktor Tertua di Dunia

Kompas.com - 10/06/2015, 03:35 WIB
Ingeborg Syllm-Rapaport menyelesaikan tesisnya pada tahun 1937 tapi dilarang ikut ujian akhir. BBC IndonesiaIngeborg Syllm-Rapaport menyelesaikan tesisnya pada tahun 1937 tapi dilarang ikut ujian akhir.
EditorHindra Liauw

KOMPAS.com - Seorang perempuan Jerman yang berusia 102 tahun menjadi doktor tertua di dunia, 77 tahun setelah Nazi melarang dia ikut ujian akhir untuk mempertahankan tesis S3.

Ingeborg Syllm-Rapaport, yang ibunya merupakan umat Yahudi, lulus ujian lisan dengan pujian bulan lalu dan Selasa 9 Juni diwisuda dengan mendapat gelar doktornya di Universitas Hamburg.

Dalam pidato saat menerima gelar doktornya, dia mengatakan bertekad menyelesaikan studi S3 untuk mengenang semua orang yang menderita di bawah Nazi.

Syllm-Rapaport berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1938, namun pada tahun 1950-an kembali ke Jerman Timur -yang diperintah rezim komunis- dan belakangan malah ditunjuk menjadi guru besar pediatri atau kedokteran anak di rumah sakit Charite di Berlin.

Dia sebenarnya sudah menyelesaikan studinya pada tahun 1937 dengan tesis tentang diphteria yang saat itu merupakan masalah serius di Jerman.

Namun di bawah Adolf Hitler yang memberlakukan undang-undang anti-Semitis, Ingeborg dilarang ikut ujian lisan yang merupakan tahap akhir mendapat gelar doktor.

Dan hampir 80 tahun kemudian Universitas Hamburg memutuskan untuk meluruskan kesalahan masa lalu.

Tiga profesor dari Fakultas Kedokteran universitas datang ke rumah Syllm-Rapaport di Berlin timur untuk menguji tesisnya yang ditulis pada masa sebelum perang yang memisahkan Jerman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X