Kompas.com - 09/06/2015, 15:15 WIB
Toilet umum di jalanan di Varanasi Benares di India wikipemia.orgToilet umum di jalanan di Varanasi Benares di India
EditorEgidius Patnistik
AHMEDABAD, KOMPAS.com — Sebuah dewan kota di India barat sedang berencana untuk membayar warga agar mau menggunakan toilet umum. Langkah itu merupakan upaya putus asa untuk menghentikan orang-orang yang suka buang air kecil dan buang air besar di tempat terbuka.

Ahmedabad Municipal Corporation (AMC) telah memutuskan untuk memberikan warga satu rupee setiap kunjungan demi menarik mereka ke 300 toilet umum yang tersedia dan menjauh dari daerah terbuka dan dinding publik, yang sering berbau pesing.

Petugas kesehatan AMC, Bhavikk Joshi, mengatakan, tawaran tersebut akan diujicobakan di 67 fasilitas umum di Ahmedabad, kota utama di Negara Bagian Gujarat di India barat, di mana petugas akan memberikan sebuah koin kepada setiap pengguna. "Setelah sukses, proyek itu akan dilaksanakan di semua 300 toilet umum di Ahmedabad," kata Joshi kepada AFP, Senin (8/6/2015).

Langkah tersebut merupakan upaya terbaru untuk memotivasi orang agar menggunakan toilet setelah Pemerintah India mengumumkan kampanye kebersihan tahun lalu yang diperjuangkan Perdana Menteri Narendra Modi.

Banyak orang di India menganggap toilet tidak higienis. Mereka lebih memilih jongkok di tempat terbuka karena percaya bahwa lebih bersih buang air besar jauh dari rumah.

Ketua AMC, Pravin Patel, mengatakan, para pelanggar akan "diidentifikasi dan didorong" untuk menggunakan toilet dengan imbalan bayaran. "Ide di balik proyek ini adalah demi mencegah buang air besar secara terbuka di beberapa wilayah kota di mana orang, walaupun memiliki toilet umum, tetap buang air besar di tempat terbuka," kata Patel kepada AFP.

Pemerintah India tahun lalu mengumumkan sebuah skema untuk memeriksa apakah orang-orang yang diberi toilet, sebagai bagian dari kampanye kebersihan, benar-benar menggunakannya, dengan menempatkan inspektur sanitasi yang pergi dari pintu ke pintu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Unicef memperkirakan bahwa hampir 594 juta orang, atau hampir setengah dari populasi India, buang air besar di tempat terbuka. Situasinya memburuk di daerah pedesaan yang miskin dan kotor.

Kurangnya toilet dan masalah sanitasi lainnya telah menyebabkan masalah kesehatan yang besar di India karena menimbulkan penyakit seperti diare.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.