Kompas.com - 09/06/2015, 10:06 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang hakim federal AS, Senin (8/6/2015), memerintahkan pembebasan tanpa syarat narapidana yang mengalami kurungan terlama di negara itu, yang telah dipenjara hampir 43 tahun.

Albert Woodfox, 68 tahun, ditempatkan di sel isolasi di Louisiana State Penitentiary di Angola dan sejumlah fasilitas lain di negara bagian itu, karena hukuman terkait kematian seorang petugas dalam sebuah kerusuhan di penjara tahun 1972.

Hakim Distrik AS, James Brady, memerintahkan pembebasan tanpa syarat terhadap Woodfox, dan melarang pengadilan lanjutan terkait tuduhan pembunuhan itu.

"Bukti yang mendukung klaim ketidakbersalahan Woodfox menyediakan bagi Pengadilan ini bahkan lebih banyak alasan untuk mempertanyakan dua vonis yang berbeda sebelumnya," tulis Brady dalam putusannya.

Bulan November, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kelima (US Court of Appeals for the Fifth Circuit) membatalkan hukuman Woodfox, tetapi dia didakwa lagi pada tingkat negara bagian pada Februari.

Woodfox sudah lama menyatakan ketidakbersalahannya, dengan mengutip seorang saksi yang mengatakan dia tidak terlibat dalam pembunuhan itu, serta kajian ilmiah terhadap bukti di lokasi kejadian yang menyatakan dia tidak bersalah dan sebuah tes poligraf yang menyatakan bahwa dia jujur saat membantah keterlibatannya.

Putusan Brady "dengan demikian menyingkirkan keputusan juri" yang didasarkan pada "masalah-masalah prosedural yang bermasalah," kata juru bicara Departemen Kehakiman Lousiana, Aaron Sadler, seperti dikutip media lokal.

"Dengan putusan hari ini, pengadilan menilai tepat untuk membebaskan seorang pembunuh yang dua kali dihukum yang kini sedang menunggu sidang lagi terkait pembunuhan brutal terhadap Petugas Penjara Brent Miller."

Brady mencatat lima "keadaan luar biasa" bagi Woodfox untuk dibebaskan tanpa syarat dan segera, ketimbang pembebasan bersyarat biasa yang menunggu persidangan.

Selain usia dan kondisi kesehatan Woodfox yang buruk, hakim juga mencantumkan "kurangnya kepercayaannya terhadap negara bagian dalam memberikan sidang pengadilan ketiga yang adil, prasangka terhadap Woodfox karena telah menghabiskan lebih dari 40 tahun di sel isolasi, dan kenyataan bahwa Woodfox telah diadili dua kali dan akan menghadapi pengadilan ketiga untuk kejahatan yang terjadi lebih dari 40 tahun lalu."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.