Kompas.com - 08/06/2015, 19:52 WIB
EditorErvan Hardoko
ISTANBUL, KOMPAS.com - Turki, Senin (8/6/2015), memasuki sebuah periode baru turbulensi politik dan keuangan setelah partai penyokong Presiden Recep Tayyip Erdogan gagal meraih suara mayoritas parlemen untuk pertama kali sejak berkuasa pada 2002.

Ketidakpastian politik ini langsung mengguncang pasar keuangan, yang diwarnai dengan anjloknya pasar saham dan nilai tukar lira Turki terhadap dolar As.

Dalam pemilihan umum yang digelar pada Minggu (5/6/2015), Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang mendominasi politik Turki selama 13 tahun terakhir gagal meraih suara mayoritas setelah Partai Demokratik Rakyat Turki (HDP) meraih peningkatan suara cukup signifikan.

Dengan kegagalan AKP meraih kursi mayoritas parlemen maka kemungkinan terbentuknya pemeirntahan koalisi atau pemilihan umum lebih awal sangat terbuka.

Hasil buruk ini juga menghancurkan ambisi Erdogan, yang sebelum menjadi presiden menjabat perdana menteri selama 11 tahun, untuk mengamandemen konstitusi yang akan mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer ke presidensial.

Namun, untuk mengubah konstitusi AKP harus meraih dua pertiga kursi parlemen. Beberapa bulan sebelu  pemilu digelar, Erdogan mencanangkan untuk meraih 400 kursi parlemen.

Dalam pernyataan perdananya setelah hasil pemilu yang di luar dugaan ini, Erdogan mengakui AKP tak bisa memerintah Turki sendirian dan meminta semua kekuatan politik negeri itu menunjukkan kedewasaan dalam situasi ini.

"Berdasarkan hasil pemilu, tak satupun partai politik yang bisa membentuk pemerintahan sendiri," kata Erdogan dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan.

"Semua kekuatan politik harus menunjukkan tanggung jawab dan sensitivitas untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan rakyat terhadap negara dan pencapaian demokrasi kita," tambah Erdogan.

Dalam pemilu kali ini AKP meraup 41 persen suara, disusuk Partai Rakyat Republik (CHP) dengan 25 persen suara, Partai Gerakan Nasionalis (MHP) 16,5 persen suara dan di posisi keempat HDP dengan 13 persen suara.

Dengan hasil ini maka AKP meraih 258 dari 550 kursi parlemen, CHP 132 jursi sedangkan MHP dan HDP sama-sama mendapatkan 80 kursi parlemen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.