Kompas.com - 05/06/2015, 08:33 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

ACCRA, KOMPAS.com - Jumlah korban jiwa akibat ledakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan banjir di Ibu Kota Ghana, Accra, mencapai 200 orang, demikian jumlah yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Ghana, Kamis (4/6/2015).

Sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2015), kobaran api dahsyat terjadi beberapa jam setelah hujan lebat di Accra, sehingga mengakibatkan listrik padam di beberapa permukiman. Kebanyakan korban tewas telah dibawa ke 37 rumah sakit militer.

Sejauh ini masih belum jelas apa yang menyebabkan kebakaran di SPBU tersebut, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak negara Ghana, GOIL.

Beberapa saksi mata mengatakan ledakan itu terjadi akibat tumpahan bensin di permukaan air banjir, yang memicu api dari satu pusat perdagangan di dekatnya.

Korban jatuh adalah mereka yang sedang bernaung di SPBU tersebut setelah berhari-hari hujan lebat sehingga memicu banjir luas dan melumpuhkan arus lalu-lintas di kota itu, kata saksi mata.

Petugas tanggap-darurat masih bekerja di lokasi kejadian untuk menemukan mayat yang tertimbun reruntuhan SPBU.

Pada Kamis pagi, Presiden John Dramani Mahama menyampaikan belasungkawa kepada keluarga orang yang kehilangan nyawa akibat kebakaran tersebut. Ia menggambarkan jumlah korban tewas yang dilaporkan akibat kebakaran dan banjir itu sebagai bencana dan hampir tak pernah terjadi sebelumnya.

Menteri Dalam Negeri Mark Woyongo pada Rabu (3/6) telah menyatakan kejadian tersebut sebagai bencana nasional.

Pertemuan darurat keamanan nasional diselenggarakan sejak Kamis sore, untuk menyusun strategis guna mencegah bencana semacam itu pada masa depan.

Pengelola rumah sakit militer tempat banyak korban tewas dikirim telah meminta keluarga korban agar datang untuk mengidentifikasi kerabat mereka.

Sementara itu, Dewan Kristen Ghana menyeru gereja anggotanya agar mengerahkan pemuda di tempat mereka untuk mendonorkan darah mereka ke rumah sakit yang menangani pasien banjir dan kebakaran.

Seruan tersebut dikeluarkan oleh menteri kesehatan demi kesejahteraan rakyat Ghana untuk mendonorkan darah buat korban hujan lebat selama dua hari.

Presiden Mahama telah mengadakan pertemuan darurat di Flagstaff House akibat bencana banjir dan kebakaran --yang telah melanda negara itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.