Kompas.com - 02/06/2015, 20:20 WIB
EditorErvan Hardoko
KAIRO, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan Mesir, Selasa (2/6/2015), menunda keputusan final terkait vonis hukuman mati untuk mantan presiden Mohamed Mursi dan para petinggi Ikhwanul Muslimin lainnya terkait kasus pembobolan penjara pada 2011.

Hakim Shaaban el-Shami memutuskan pembacaan vonis akan ditunda hingga 16 Juni mendatang. Penundaan ini disebabkan pengadilan menerima sebuah rekomendasi dari seorang tokoh agama dan membutuhkan waktu untuk mendiskusikan rekomendasi tersebut.

Penundaan pembacaan vonis juga berlaku kasus terpisah yang menjerat pemimpin Ikhwanul Muslimin Khairat el-Shater dan 15 petinggi organisasi itu yang dituduh berkonspirasi dengan Hamas dan Hezbollah untuk melawan pemerintah Mesir.

Bulan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk Mursi dan rekan-rekannya, termasuk pemimpin tertinggi IM Mohamed Badie, setelah dianggap terbukti menculik dan membunuh sejumlah anggota polisi, menyerang fasilitas kepolisian dan membobol penjara di masa pemberontakan melawan presiden saat itu Hosni Mubarak.

Namun, Mursi masih bisa mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang disebutnya tidak sah. Mursi menggambarkan proses hukum terhadap dirinya adalah bagian dari kudeta yang dilakukan mantan panglima angkatan darat Abdel Fattah al-Sisi pada 2013.

Al-Sisi, yang kini menjadi presiden, mengatakan Ikhwanul Muslimin mengancam keamanan nasional Mesir. Namun, tuduhan itu dibantah Ihwanul Muslimin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.