Kota Beijing Terapkan Aturan Keras Larangan Merokok

Kompas.com - 01/06/2015, 11:41 WIB
Lebih dari satu juta orang di Cina meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok. BBCLebih dari satu juta orang di Cina meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok.
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.com - Kota Beijing, China, mulai memberlakukan peraturan baru larangan merokok di tempat-tempat umum. Larangan merokok ini sebelumnya sudah ada di China, namun sebagian besar gagal diterapkan.

Peraturan yang lebih keras ini melarang warga merokok di restoran-restoran, kantor-kantor dan sarana transportasi umum di Beijing.

Ribuan pengawas diterjunkan untuk menerapkan peraturan baru yang sebenarnya telah disepakati oleh parlemen pada November 2014 tetapi mulai berlaku pada tanggal 1 Juni. Dalam peraturan baru tersebut, semua orang yang berada di kota Beijing yang melanggar larangan rokok akan didenda 200 yuan atau sekitar Rp 422.500.

Sementara untuk perusahaan yang tidak patuh terhadap peraturan larangan rokok di kantor, denda yang berlaku adalah 10.000 yuan.

Didaftar dan ditampillkan

Pedoman Departemen Kesehatan yang diterbitkan tahun 2011 melarang aktivitas merokok di tempat-tempat umum di negara tersebut seperti hotel-hotel dan restoran-restoran.

Peraturan ini sudah jelas, dan seringkali dilanggar oleh para perokok di China yang sudah terbiasa menghisap tembakau di tempat-tempat umum. Oleh karena itu pihak berwenang merasa perlu membuat peraturan baru. Setiap orang yang melanggar peraturan rokok baru akan didaftar dan diumumkan di laman resmi pemerintah, lapor kantor berita Reuters.

Selain itu peraturan baru juga akan melarang sejumlah iklan tembakau di negara itu.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyambut baik peraturan baru yang lebih ketat di China. Jumlah perokok di China mencapai lebih dari 300 juta orang dan lebih dari satu juta orang China meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok setiap tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X