Komandan Pasukan Khusus Tajikistan Bergabung dengan ISIS

Kompas.com - 29/05/2015, 09:37 WIB
YouTube/Telegraph Mantan komandan pasukan khusus Tajikistan, Gulmurod Khalimov (pakaian hitam) muncul dalam sebuah video yang menyatakan dirinya kini telah bergabung dengan ISIS di Suriah.
DUSHANBE, KOMPAS.com — Komandan pasukan khusus Tajikistan yang pernah dilatih Amerika Serikat muncul dalam sebuah video dan mengklaim dirinya sudah bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam video itu, Gulmurod Khalimov, nama komandan pasukan khusus Tajikistan, mengenakan pakaian serba hitam dan menentang sebuah pistol. Ini adalah kemunculan pertama Khalimov setelah menghilang sejak awal Mei lalu.

Dia mengatakan, keputusannya bergabung dengan ISIS adalah bentuk protes atas kebijakan Pemerintah Tajikistan terhadap masalah agama yang disebutnya sangat anti-Islam. Pemerintah Tajikistan sejauh ini belum memberikan komentar terkait keberadaan Khalimov sejak dia menghilang.

Sebelum bergabung dengan ISIS, Khalimov bertempur melawan kelompok ekstremis untuk negaranya dan dia adalah salah satu perwira militer dengan kemampuan paling baik di negeri pecahan Uni Soviet itu.


Dalam video yang diyakini direkam di sebuah kamp di Suriah itu, Khalimov mengatakan, dia berencana kembali ke Afganistan dan "membawa pembantaian". Dia juga menyatakan kekecewaannya terhadap kepolisian Tajikistan dan membicarakan penderitaan rakyat negeri itu yang menjadi buruh migran di Rusia.

Kabar salah seorang perwira militer ternamanya bergabung dengan ISIS sangat mengejutkan Pemerintah Tajikistan, yang segera memblokir YouTube yang memuat video Khalimov itu.

Banyak warga dan pejabat Tajikistan bingung dengan begitu cepatnya Khalimov menghilang. Sebab, hingga April lalu, pria ini masih bekerja seperti biasa. Apalagi, posisi dan profil Khalimov dikhawatirkan akan memengaruhi anggota militer Tajikistan lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Sejauh ini tak ada angka resmi terkait jumlah warga Tajikistan yang bergabung dengan ISIS. Namun, menurut sumber di kalangan keamanan negeri itu hingga Januari lalu, jumlah warga Tajikistan yang bergabung dengan ISIS berkisar antara 200-500 orang.

Bahkan para anggota ISIS yang berasal dari negeri Asia Tengah ini membentuk kelompok sendiri dengan nama Sabri Jamaat dan Jemaat Imam Bukhari. Anggota kedua kelompok ini dilaporkan terlibat dalam sejumlah pertempuran di kota-kota Suriah, seperti Aleppo, Kobani, dan kini Palmyra.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
SumberBBC
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X