Kompas.com - 26/05/2015, 20:28 WIB
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com — Seorang perwira polisi di Provinsi Qinghai, China, ditahan karena diduga melakukan perburuan dan membunuh hewan-hewan langka yang dilindungi.

Aksi sang polisi terungkap setelah seorang "peniup peluit" mengunggah foto-foto bangkai hewan yang disimpan di sebuah kantor polisi di wilayah Tianjun.

Seorang pejabat dari kantor penerangan Tianjun membenarkan bahwa Ma Yongmin (33) telah ditahan pada Minggu (24/5/2015) dan telah dicopot dari jabatannya sehari setelah dia ditahan. Demikian dikabarkan harian Global Times.

"Ma dituduh membunuh banyak hewan langka yang dilindungi pemerintah. Satu bangkai seekor keledai liar, dua kijang Tibet, satu burung rajawali ditemukan di kantor polisi. Kasus ini masih dalam penyelidikan," kata seorang pejabat setempat.

Kasus ini muncul ke permukaan pada akhir pekan lalu saat seorang pengguna media sosial Weibo mengunggah sejumlah foto hewan-hewan yang sudah mati disimpan di dalam sebuah lemari es di kantor polisi Longmen yang dipimpin Ma Yongming.

Tahun lalu, sejumlah laporan muncul bahwa para pejabat dan orang-orang kaya di China kerap mengadakan ritual membunuh harimau. Acara membunuh harimau itu kerap dilakukan karena pembantaian hewan langka itu dianggap sebuah kegiatan yang menunjukkan status sosial mereka.

Sesuai dengan undang-undang China, barang siapa ketahuan memburu atau membunuh hewan langka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.