Kompas.com - 22/05/2015, 15:19 WIB
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov (tengah) dalam balutan seragam militer Rusia. Reuters/Al ArabiyaPemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov (tengah) dalam balutan seragam militer Rusia.
EditorErvan Hardoko
GROZNY, KOMPAS.com - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov memerintahkan para pria di negeri itu untuk melarang para istri mereka untuk menggunakan aplikasi pesan singkat WhatsApp. Demikian dikabarkan stasiun televisi Russian Today, Kamis (21/5/2015).

Kadyrov menyampaikan hal itu di hadapan sejumlah orang yang ketahuan bergosip soal pernikahan kepala kepolisian Chechnya Nazhud Guchigov (47) dengan gadis remaja Kheda Goilabiyeva (17) yang menjadi perbincangan internasional.

"Jadilah orang Chechnya, pikirkan anak-anak kalian. Kehormatan keluarga adalah yang terpenting, jangan biarkan orang lain melanggarnya. Jangan menulis di WhatsApp, buat istri kalian meninggalkan WhatsApp," kata Kadyrov.

"Kunci mereka di dalam rumah, jangan biarkan mereka keluar jadi mereka tidak akan mengunggah apapun (ke WhatsApp)," tambah Kadyrov seperti dikabarkan BBC.

Banyak warga Rusia yang mengecam pernikahan Guchigov dan Goilabiyeva yang menyebabkan kehebohan di media dan menempatkan Kadyrov, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, dalam posisi yang tak menguntungkan.

Pernikahan ini digelar pekan lalu. Goilabiyeva dalam pernikahan itu terlihat pucat dan saat dia mengatakan persetujuannya untuk menikahi Guchigov, suaranya terdengar bergetar.

Guchigov sendiri sudah memiliki seorang istri dan anak laki-laki, namun tetap mengambil gadis itu sebagai istri keduanya. Padahal, undang-undang Rusia melarang seseorang pria melakukan poligami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Kadyrov mendukung orang dekatnya itu mengambil Goilabiyeva sebagai istri dan mengklaim orangtua gadis itu merestui pernikahan tersebut. Padahal sejumlah media Rusia menyebut Guchigov mengancam akan memberi konsekuensi buruk jika lamarannya ditolak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.