Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/05/2015, 22:54 WIB
EditorErvan Hardoko
SYDNEY, KOMPAS.com — Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, Australia, Selasa (19/5/2015) sore waktu setempat, menerima sebuah surat kaleng berisi ancaman balas dendam terhadap warga Indonesia karena telah mengeksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Surat tanpa alamat pengirim yang diterima staf KJRI Sydney berisi pernyataan sebagai berikut:

"Negara Anda telah membunuh Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dengan cara barbar, jadi sekarang 3 pemuda Indonesia yang tinggal di kompleks Kensington masing-masing akan menerima siraman satu cangkir air keras di wajahnya, dan kita akan lihat bagaimana (perasaan) keluarga mereka, yang seperti memiliki mayat hidup."
 
Salah satu sumber di KJRI Sydney menyebutkan, karena ancaman di dalam surat kaleng itu sangat spesifik ditujukan kepada warga Indonesia, pihak KJRI langsung melaporkan surat kaleng ini ke kepolisian setempat.
 
"Kami biasa menerima surat kaleng bernada protes kepada Pemerintah Indonesia. Akan tetapi karena surat kaleng yang satu ini berisi ancaman yang ditujukan langsung kepada warga Indonesia, apalagi bentuk ancamannya juga sangat spesifik, maka kami langsung melaporkan ini ke kepolisian Sydney," kata sumber tersebut.
 
Sumber itu menambahkan, kepolisian Sydney merespons cepat laporan KJRI dan langsung memeriksa surat kaleng tersebut. Kepolisian Sydney juga melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan patroli di sekitar kantor KJRI dan kawasan Kensington yang memang banyak dihuni warga Indonesia.
 
Menindaklanjuti ancaman ini, KJRI Sydney segera menerbitkan imbauan bagi warga Indonesia di kota itu. Mereka diminta untuk waspada dan berhati-hati serta melapor jika menerima ancaman dan hal-hal yang mencurigakan.
 
"Kami meminta warga untuk melakukan koordinasi dengan sesama warga Indonesia lainnya di Sydney, serta tetap waspada dan berhati-hati. Namun, kami juga minta warga untuk tetap tenang, jangan panik, jangan cemas, dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa," lanjut sumber KJRI.
 
Sumber itu menambahkan, sebelum pelaksanaan eksekusi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, KJRI Sydney memang banyak menerima surat kaleng berisi protes atas keputusan eksekusi mati tersebut, meski jumlahnya memang tidak sebanyak yang diterima KJRI di Canberra atau Melbourne.
 
Namun, menurut dia, jumlah surat kaleng semacam itu semakin berkurang, bahkan mereka sudah tidak lagi menerima hal serupa dalam sepekan terakhir, pasca-jenazah duo "Bali Nine" tersebut dimakamkan pada 8 dan 9 Mei lalu di Sydney.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com