Bangunan Runtuh dan Jenazah Ditemukan Setelah Gempa Terbaru di Nepal

Kompas.com - 12/05/2015, 15:55 WIB
Tentara Nepal berhasil menyelamatkan seorang bayi bernama Muldhoka pada Minggu (26/4/2015) pagi Kathmandu TodayTentara Nepal berhasil menyelamatkan seorang bayi bernama Muldhoka pada Minggu (26/4/2015) pagi
EditorEgidius Patnistik
KATHMANDU, KOMPAS.com — Gempa bumi yang mengguncang Nepal, Selasa (12/5/2015), telah menghancurkan sejumlah bangunan di kota Chautara, di sebelah timur ibu kota Kathmandu. Regu penolong mengatakan, sejumlah jenazah juga ditemukan di reruntuhan, dan orang-orang yang terluka dibawa ke rumah sakit.

"Sejumlah bangunan runtuh di Chautara.... Sejumlah jenazah sedang dibawa keluar dari gedung," kata International Organization of Migration (IOM), sebuah lembaga PBB, di akun Twitter-nya.

Tiga bencana tanah longsor besar dilaporkan terjadi di distrik Sindhupalchowk. Ibu kota distrik Sindhupalchowk adalah Chautara.

Sindhupalchowk merupakan wilayah dengan kematian terbanyak saat gempa berkekuatan 7,8 melanda Nepal pada 25 April lalu.

Pusat gempa berkekuatan 7,4 hari ini berada di kawasan konservasi terpencil antara Kathmandu dan Gunung Everest. Berdasarkan catatan USGS, pusat gempa berada di sekitar 68 km sebelah barat Kota Namche Bazar yang terletak di dekat Gunung Everest.

Nepal saat ini masih menghadapi dampak dari gempa besar berkekuatan 7,9, yang terjadi pada 25 April lalu, dan telah menewaskan sedikitnya 8.046 orang, serta melukai lebih dari 17.800 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X