Kompas.com - 10/05/2015, 07:40 WIB
Dalam parade tersebut, Rusia akan memamerkan tank T-14 Armata yang memiliki meriam dengan pengendali jarak jauh. bbc indonesiaDalam parade tersebut, Rusia akan memamerkan tank T-14 Armata yang memiliki meriam dengan pengendali jarak jauh.
EditorFidel Ali Permana

KOMPAS.com - Rusia menggelar parade militer terbesar di Moskow untuk memperingati 70 tahun kemenangan atas Nazi dalam Perang Dunia II.

Parade yang akan dilangsungkan pada pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 14.00 WIB itu akan melibatkan ribuan serdadu dari berbagai kesatuan militer Rusia. Sebagian di antara mereka bahkan akan memakai seragam era Perang Dunia II.

Di samping serdadu Rusia, sejumlah prajurit China juga akan turut andil dalam parade di Moskow untuk pertama kalinya. Kehadiran mereka dimaknai sebagai makin hangatnya kerja sama antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Parade itu pun bakal menjadi ajang bagi militer Rusia untuk unjuk kecanggihan. Selain menerbangkan lebih dari 100 pesawat tempur, Rusia akan memamerkan tank T-14 Armata yang memiliki meriam dengan pengendali jarak jauh dan rudal balistik antarbenua RS-24 Yars yang sanggup mengangkut tiga hulu ledak nuklir secara bersamaan.

Selain di Moskow, parade serupa akan digelar di sejumlah kota, termasuk di Kota Sevastopol yang berada di Semenanjung Krimera—kawasan yang diduduki Rusia sejak Maret 2014.

Boikot

Meski sebanyak 20 kepala negara akan menghadiri parade tersebut, seperti Presiden China Xi Jinping dan Presiden India Pranab Mukherjee, sejumlah figur pemimpin negara Barat melancarkan aksi boikot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemimpin yang memboikot parade militer Rusia antara lain mencakup Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sejumlah pemimpin negara anggota Uni Eropa pun ikut dalam aksi tersebut.

Pemboikotan itu merupakan bagian dari protes mereka atas keterlibatan Rusia dalam krisis di Ukraina.

“Kejahatan dilakukan pada jaman sekarang, pada abad ke-21, di tengah agresi terhadap Ukraina, meski terdapat pelajaran terkeji di masa lalu,” kata Presiden Ukraina Petro Poroshenko sebagaimana dikutip kantor berita AFP.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.