Kompas.com - 04/05/2015, 10:24 WIB
EditorEgidius Patnistik
TEL AVIV, KOMPAS.com — Ratusan orang Yahudi Israel keturunan Etiopia menutup sebuah jalan utama di Tel Aviv, Minggu (3/5/2015). Mereka melancarkan protes anti-rasialisme yang dipicu sebuah klip video yang menunjukkan sejumlah polisi mendorong dan meninju seorang prajurit kulit hitam.

"Tidak ada kulit putih. Tidak ada kulit hitam. Yang ada hanya rakyat," teriak para demonstran, yang berbaris di Jalan Raya Ayalon, yang merupakan urat nadi kawasan komersial di ibu kota Israel itu.

Polisi, yang mengalihkan kendaraan dari satu bagian jalan itu, tidak menghalangi para demonstran, tetapi mengatakan mereka akan bertindak jika perintah untuk membubarkan diri diabaikan.

Puluhan ribu orang Yahudi dari Etiopia diterbangkan ke Israel dalam sebuah operasi yang dramatis dan rahasia tahun 1980-an dan 1990-an setelah ada putusan para rabi bahwa mereka merupakan keturunan langsung orang-orang Yahudi suku Dan seperti yang dikisahkan dalam Alkitab. Komunitas itu, yang sekarang berjumlah sekitar 135.500 orang dari total 8 juta lebih populasi Israel saat ini, sudah lama mengeluhkan diskriminasi, rasialisme, dan kemiskinan.

Ketegangan meningkat setelah sebuah insiden pekan lalu di pinggiran kota Tel Aviv ketika sebuah kamera CCTV merekam perkelahian antara seorang polisi dan seorang tentara berseragam keturunan Etiopia. Demonstrasi itu juga terjadi di Jerusalem dan kota-kota lainnya.

Dua orang polisi diskors karena diduga telah menggunakan kekuatan yang berlebihan. Para politisi Israel, yang terganggu oleh perbandingan yang dibuat para tokoh komunitas itu terkait insiden kekerasan polisi tersebut dengan apa yang dialami warga kulit hitam di Amerika Serikat, bergegas untuk meredakan ketegangan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang terpaksa jeda dari hari-hari terakhir negosiasi dengan partai politik untuk membentuk pemerintahan koalisi, mengatakan akan bertemu dengan para aktivis Yahudi Etiopia dan tentara itu pada hari ini.

Orang-orang Yahudi Etiopia telah berperan di jajaran legislatif dan korps militer negara itu. Namun, angka resmi menunjukkan bahwa komunitas itu tertinggal dibanding dengan komunitas lain dalam hal status dan promosi.

Rumah tangga Etiopia mendapat penghasilan 35 persen lebih rendah dari rata-rata pendapatan rumah tangga nasional dan hanya separuh para pemuda komunitas itu yang meraih ijazah SMA, sedangkan pada komunitas lain angkanya mencapai 63 persen.

Dalam aksi protes orang-orang Yahudi Etiopia di Jerusalem pada Kamis, polisi menggunakan meriam air untuk menjaga agar orang-orang yang marah itu menjauh dari kediaman Netanyahu. Sedikitnya 13 orang cedera dalam aksi protes tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.