Tips Mencegah Kantuk Saat Berkendara

Kompas.com - 03/05/2015, 12:56 WIB
Mengantuk dan mabuk sama bahayanya ketika berada di balik kemudi albayanMengantuk dan mabuk sama bahayanya ketika berada di balik kemudi
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, Otomania — Kantuk saat berkendara kerap jadi kendala saat menempuh perjalanan cukup jauh, apalagi jika tubuh dalam kondisi lelah. Marcell Kurniawan, trainer The Real Driving Center, berbagi tips cara mencegah dan mengatasi kantuk saat berkendara. 
 
"Hampir semua pengendara mobil dilanda kantuk, lebih lagi jika destinasi tujuan cukup jauh dan memakan waktu. Ada setidaknya delapan cara yang dapat digunakan sebagai pencegah dan penghilang kantuk di jalan," ujar Marcell kepada Otomania.com, Minggu (3/5/2015).
 
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan pengendara sebagai pencegah rasa kantuk.
 
1. Sempatkan beristirahat atau tidur 10 sampai 45 menit sebelum perjalanan jauh. 
 
2. Jika perjalanan memakan waktu lebih dari 2 jam, sebisa mungkin untuk istirahat setiap 2 jam sekali, dengan berganti pengendara atau di tempat peristirahatan.
 
3. Jangan biarkan perut kosong saat mengemudi. Tetapi, juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat karena bisa mendatangkan kantuk.
 
5. Pastinya tidak dalam pengaruh obat yang dikonsumsi sebelum berkendara atau saat berkendara.
 
6. Gerakkan mata setiap dua detik sekali dengan mengecek spion setiap 5-8 detik sekali.
 
7. Hindari mendengarkan musik yang monoton saat mengemudi.
 
8. Lakukan olahraga ringan saat mengemudi sehingga peredaran darah lancar kembali. Olahraga ringan di antaranya dengan menggerakkan kepala kiri dan kanan, gerakan bahu ke arah telinga lalu tahan delapan hitungan dan ulangi beberapa kali. Putar bahu ke depan dan ke belakang selama delapan hitungan. Kemudian angkat pinggul dan tahan delapan hitungan dan terakhir jinjitkan kaki delapan hitungan.
 
"Rasa kantuk juga dapat dikurangi dengan meminimalisasi blind spot dengan menengok atau mencondongkan badan, serta secara terus-menerus melakukan observasi 360 derajat, lalu mengenali risiko dan cara menghindarinya," tutup Marcell.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X