Kompas.com - 01/05/2015, 14:24 WIB
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Arab Saudi, Jumat (1/5/2015), mengklaim berhasil menangkal serangan besar yang dilancarkan pemberontak Houthi dari Yaman di perbatasan kedua negara.

Sebuah pernyataan resmi militer yang dikutip kantor berita Saudi (SPA), mengatakan serangan tersebut terjadi di perbatasan wilayah selatan, dekat kota Najran.

Pasukan Saudi kemudian terlibat dalam baku tembak dengan para penyerang yang diidentifikasi sebagai pemberontak Houthi dan kelompok yang bersekutu dengan mereka. Militer lalu memanggil serangan udara untuk membombardir posisi pemberontak Houthi.

Meski demikian, BBC belum mendapat pernyataan resmi dari kubu pemberontak Houthi terkait laporan pertempuran di perbatasan Saudi.

Para pemberontak Houthi—yang menguasai sebagian besar Yaman utara, termasuk ibu kota Sana'a—telah berperang melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi selama beberapa bulan.

Namun serangan pada Kamis (30/4/2015) itu merupakan pertempuran besar pertama di wilayah Saudi sejak serangan udara dimulai, akhir Maret lalu. Laporan Saudi mengatakan puluhan pemberontak tewas.

Dari sisi Saudi, serangan tersebut menambah korban tewas menjadi 14 orang selama lima pekan terakhir. Dua pekan lalu, PBB mengatakan 551 warga sipil telah tewas dalam konflik tersebut - sekitar setengah jumlah korban tewas dalam konflik bersenjata itu.

Sementara itu, badan pangan PBB (WFP) mengatakan mereka terpaksa harus menarik diri dari Provinsi al-Hudaydah setelah kehabisan bahan bakar.

Hal serupa dinyatakan Komite Internasional Palang Merah, yang mengatakan bahwa kurangnya bahan bakar - serta pembatasan impor – mengakibatkan rumah sakit harus berjuang untuk memberikan perawatan yang memadai.

WFP telah meminta semua pihak yang terlibat dalam pertempuran untuk mengamankan koridor impor bahan bakar dan makanan.

"Ini adalah negara di mana setengah populasi mengalami rawan pangan, yang berarti bahwa banyak keluarga tidak tahu dari mana makanan mereka akan datang besok. Sangat penting bagi kami untuk terus membantu keluarga-keluarga ini dengan makanan," kata Purnima Kashyap, direktur WFP di Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.