10 Orang yang Terlibat Penembakan Malala Dibui Seumur Hidup

Kompas.com - 30/04/2015, 21:00 WIB
Malala Yousafzai (17) tengah berbicara dalam sebuah acara di Birmingham, Inggris. OLI SCARFF / AFPMalala Yousafzai (17) tengah berbicara dalam sebuah acara di Birmingham, Inggris.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Sebuah pengadilan di Pakistan menetapkan penjara seumur hidup bagi 10 orang karena terlibat dalam penembakan aktivis remaja Malala Yousafzai. Malala dijadikan sasaran karena berkampanye melawan Taliban, yang menentang pendidikan bagi anak perempuan.

Militan Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Malala, yang dalam perjalanan pulang dari sekolah di Kota Swat, barat laut ibu kota Islamabad.

Ke-10 orang itu diadili di sebuah pengadilan anti-terorisme. Mereka merupakan terpidana pertama dalam serangan itu.

Seorang pejabat keamanan mengatakan, tidak satu pun dari empat atau lima orang yang melakukan serangan terhadap Malala berada di antara 10 orang yang dijatuhi hukuman itu. "Yang pasti, mereka (yang telah divonis itu) berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan upaya pembunuhan terhadap Malala," kata seorang pejabat polisi di Swat yang menolak untuk diidentifikasi karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Polisi yakin, pria bersenjata yang menembak Malala telah lolos melintasi perbatasan ke Afganistan. Beberapa orang lain, termasuk pemimpin Taliban Pakistan, Fazlullah, dicari sehubungan dengan serangan terhadap Malala. Fazlullah, yang juga berasal dari Swat, diyakini telah bersembunyi di Afganistan timur.

Malala menderita luka serius dalam serangan itu, dan diterbangkan ke Inggris untuk perawatan. Dia tetap tinggal di sana hingga saat ini. Dua siswi lainnya juga terluka dalam serangan itu.

Sejak saat itu, Malala menjadi simbol perlawanan dalam perang melawan gerilyawan yang beroperasi di daerah etnik Pashtun di Pakistan barat laut.

Dalam sebuah pidato di PBB tahun 2013, yang membuat hadirin bertepuk tangan dan bangun dari kursi mereka untuk memberi apresiasi, Malala mengatakan bahwa serangan terhadapnya justru melahirkan kekuatan dan keberanian. "Saya bahkan tidak membenci Taliban yang menembak saya," katanya. "Bahkan jika ada pistol di tangan saya dan dia berdiri di depan saya, saya tidak akan menembaknya. Pepatah bijak 'pena lebih tajam dari pedang' benar adanya. Para ekstremis itu takut terhadap buku dan pena."

Malala menjadi terkenal pada tahun 2009, saat masih berusia 11 tahun, lewat blog di BBC berbahasa Urdu, yang melaporkan penderitaan hidup di bawah pemerintahan Taliban di Swat.

"Para teroris ini takut akan kekuatan perempuan, dan mereka tidak membiarkan kami pergi ke sekolah karena pendidikan akan membuat kami lebih kuat. Itulah sebabnya mereka menghentikan kami," kata Malala suatu ketika. "Saya menyadari bahwa pendidikan sangat penting, dan Anda harus pergi ke sekolah, serta harus belajar dan berjuang untuk pendidikan."

Malala memenangi Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2014. Ia menjadi orang termuda yang meraih penghargaan bergengsi itu.

Malala tidak bisa kembali ke tanah airnya karena ancaman Taliban, yang akan membunuh dia dan anggota keluarganya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X